Tol Probolinggo-Banyuwangi Ditargetkan Beroperasi 2019 i

Basuki Hadimuljono (Sumber: wikipedia)

Oleh : Tri Murti / GOR | Minggu, 17 Desember 2017 | 12:05 WIB

JAKARTA – Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi ditargetkan dapat selesai dan beroperasi pada 2019, sedangkan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan ruas Jatiasih-Cipularang-Sadang pada 2020. Hal itu menyusul telah ditandatanganinya Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dan Perjanjian Prinsip Penjaminan Jalan Tol untuk dua ruas tol sepanjang 173 km dan 64 km tersebut.

“Pada Tol Probolinggo-Banyuwangi ada tanah Perhutani sekitar 73 km yang bisa dimanfaatkan untuk memulai pembangunan infrastruktur lebih awal. Jadi masih 100 km lagi yang belum dibebaskan milik masyarakat,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulisnya yang diterima Investor Daily, Jumat (15/12).

PPJT Jalan Tol Probolinggo- Banyuwangi ditandatangani oleh Dirut PT Jasa Marga Probolinggo- Banyuwangi D Hari Pratama, sedangkan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan oleh Dirut PT Jasa Marga Japek Selatan Dedi Krisnariawan Sunoto dan dari BPJT dilakukan oleh Kepala BPJT Hery Trisaputra Zuna.

Selanjutnya kedua Dirut BUJT tersebut menandatangani Perjanjian Prinsip Penjaminan Jalan Tol dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) yang dilakukan oleh Presiden Direktur PT PII Armand Hermawan. Lebih jauh, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya mendorong percepatan pembangunan jalan tol di Indonesia melalui Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Pembangunan jalan tol yang masif dibutuhkan untuk meningkatkan konektivitas yang memperlancar dan menurunkan biaya logistik barang dan jasa sehingga meningkatkan daya saing Indonesia sebagaimana Nawacita Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Menteri PUPR menambahkan, dengan telah ditandatanganinya perjanjian kedua ruas tol tersebut, maka penyelesaian pembangunannya harus bisa lebih cepat dari target yang ditetapkan dengan tetap memperhatikan kualitas dan keselamatan.

“Semua sudah siap, hanya tinggal keseriusan dan kecepatan saja yang harus ditingkatkan. Sebab yang dibutuhkan oleh investor adalah kepastian dan kecepatan,” kata Basuki.



Selengkapnya
 
MORE STORIES