Kemenhub Realisasikan Serapan Anggaran 86% i

Menhub Budi Karya Sumadi menempel stiker pada bus pariwisata yang telah melakukan pengecekan kelauakan kendaraan di Semarang, Jawa Tengah.

Oleh : Tri Murti / GOR | Kamis, 4 Januari 2018 | 16:03 WIB

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berhasil merealisasikan serapan anggaran sebesar 86,39% pada 2017 atau meningkat dibandingkan capaian 2016. Kemenhub tercatat memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp 47,94 triliun pada 2017 atau lebih tinggi dibandingkan 2016 sebesar Rp 43,15 triliun.

“Realisasi anggaran Kementerian Perhubungan 2017 mencapai 86,39%. Capaian ini meningkat sebesar 12,76% jika dibandingkan tahun 2016 sebesar 73,63%,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam pernyataan resminya di Jakarta, Rabu (3/1).

Menhub Budi berharap capaian realisasi anggaran Kementerian Perhubungan tahun 2018 dapat lebih baik lagi, yakni kegiatan penganggaran berfilosofi Money Follow Program.

“Lebih baik, Kemenhub hanya punya 50 program yang efektif, daripada punya 1.000 program tetapi tidak efektif. Dengan filosofi tersebut, kami hanya menganggarkan program yang benar-benar strategis sehingga dapat segera diselesaikan dalam waktu yang tidak lama. Jika ini dijalankan, daya serap Kemenhub tentunya akan menjadi lebih baik,” papar dia.

Adapun rincian besaran anggaran masing-masing eselon I tahun 2017 dibanding 2016 adalah Sekretariat Jenderal sebesar Rp 536,07 miliar dibanding 2016 sebesar Rp 804,76 miliar; Inspektorat Jenderal sebesar Rp 90,31 miliar (2016 sebesar Rp 100,16 miliar); Ditjen Perhubungan Darat sebesar Rp 3,92 triliun ( 2016 sebesar Rp 3,52 triliun); Ditjen Perhubungan Laut sebesar Rp 11,24 triliun (2016 sebesar Rp 12,91 triliun); serta Ditjen Perhubungan Udara sebesar Rp 8,82 triliun (2016 sebesar Rp 9,56 triliun).

Sedangkan eselon I lainnya Ditjen Perkeretaapian sebesar Rp 18,85 triliun (2016 sebesar Rp 10,41 triliun); Badan Litbang sebesar Rp 116,19 miliar (2016 sebesar Rp 206,26 miliar); Badan Pengembangan SDM Perhubungan sebesar Rp 4,24 triliun (2016 sebesar Rp 5,65 triliun); serta Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek sebesar Rp 120,44 miliar.

Dari alokasi anggaran tersebut capaian masing-masing unit kerja eselon satu adalah Sekretariat Jenderal sebesar 90,51% dari tahun 2016 sebesar 78,85%; Inspektorat Jenderal sebesar 90,06% dari capaian sebelumnya 89,72; Ditjen Perhubungan Darat sebesar 88,69% dan capaian 2016 sebesar 80,63%; serta Ditjen Perhubungan Laut capaiannya sebesar 89,92% dari 2016 sebesar 74,17%.

Selanjutnya Ditjen Perhubungan Udara capaiannya sebesar 87,75% dan capaian 2016 sebesar 86,12%; Ditjen Perkeretaapian capaian tahun 2017 sebesar 82,34% dari capaian 2016 sebesar 55,77%; Badan Litbang sebesar 84,47% dan 2016 sebesar 75,96%; Badan Pengembangan SDM Perhubungan 89,40% dan 2016 sebesar 78,71%; dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek sebesar 92,25%.

Menurut Menhub, pemantauan pengelolaan anggaran dan proyek pembangunan sarana dan prasarana transportasi dilakukan secara langsung dan real time menggunakan Aplikasi Monitoring Strategis sebagai media monitoring perkembangan kegiatan strategis Kementerian Perhubungan berbasis web.



Selengkapnya
 
MORE STORIES