Jasa Marga Percepat Konstruksi 4 Tol Trans-Jawa i

Ilustrasi jalan tol.

Oleh : Eko Adityo / GOR | Minggu, 7 Januari 2018 | 09:00 WIB

JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mempercepat penyelesaian konstruksi empat proyek jalan tol Trans-Jawa, yakni Batang-Semarang, Semarang- Solo ruas Salatiga-Kartasura, Solo- Ngawi, dan Ngawi-Kertosono. Keempat proyek itu diharapkan dapat beroperasi seluruhnya pada tahun ini.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengungkapkan, jalan tol Semarang-Solo seksi IV dan V dari Salatiga-Kartasura ditargetkan dapat selesai pada pertengahan tahun ini. Dengan demikian, ruas ini diharapkan dapat digunakan saat arus mudik dan balik Lebaran 2018.

“Sama seperti tahun 2017, kami membuka jalur-jalur fungsional untuk arus mudik dan balik Lebaran. Jasa Marga berharap dan optimistis ruas Salatiga-Kartasura dapat selesai pertengahan tahun ini dan dapat dimaksimalkan untuk jalur mudik dan balik Lebaran 2018,” tutur Desi saat memantau percepatan proyek itu sebagaimana dikutip dari keterangan resminya di Jakarta, Jumat (5/1).

Dalam kujungan tersebut, Desi mendapat penjelasan progress pembangunan dari Direktur Utama PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) David Wijayatno selaku anak usaha Jasa Marga yang mengerjakan konstruksi jalan tol sepanjang 32 kilometer.

Menurutnya, hingga pekan per tama Januari 2018, progress pembangunan konstruksi proyek ruas Salatiga-Kartasura telah mencapai 50,4% dengan lahan telah dibebaskan 100%.

Desi optimistis pembangunan dapat diselesaikan sesuai target dan dapat digunakan sebagai jalur alternatif ketika arus mudik Lebaran 2018.

David mengungkapkan, demi mengejar target yang telah ditetapkan, pihaknya menerapkan sistem kerja tiga shift, atau 24 jam penuh dalam sehari. “Kini pengerjaan tengah fokus terhadap pengolahan tanah dan infrastrukturnya seperti drainase, irigasi, struktur beton, juga underpass,” kata David.

Jika sudah rampung, lanjut dia, ruas Salatiga-Kartasura akan melengkapi jalan tol Semarang- Solo sepanjang 72,64 km yang telah beroperasi dari Semarang hingga Salatiga. Diharapkan, jalan tol Semarang-Solo dapat menjadi jalan alternatif untuk mengatasi permasalahan kepadatan lalu lintas di jalan arteri, serta dapat meningkatkan arus distribusi barang dan jasa di Pulau Jawa.

Sebelumnya, David mengatakan, hingga awal Januari 2018, progres pembangunan konstruksi proyek jalan tol Solo-Ngawi sepanjang 90,25 km ini telah mencapai 87% dengan progres pembebasan lahan 95,56%. Pihaknya akan mempercepat pengerjaan di antaranya berkoordinasi dan mendorong PPK Lahan untuk mempercepat proses pembebasan lahan, berkoordinasi dengan PLN untuk mempercepat relokasi utilitas PLN, serta menambah jumlah alat berat dan tenaga untuk mempercepat pekerjaan oprit overpass.



Selengkapnya
 
MORE STORIES