Konstruksi Tol Pandaan-Malang Baru 42% i

Komisaris Utama PTPP, Andi Gani Nena Wea, bersama Direktur Jenderal Bina Marga Kempupera, Dr Ir Arie Setiadi Moerwanto MSc dan jajaran dewan direksi PTPP, melakukan kunjungan kerja sekaligus melihat perkembangan pembangunan proyek Jalan Tol Pandaan-Malang.

Oleh : Eko Adityo / GOR | Senin, 15 Januari 2018 | 22:11 WIB

JAKARTA - Progres proyek pembangunan fisik Jalan Tol Pandaan-Malang untuk seluruh seksi gabungan sudah mencapai 42,104% hingga pertengahan Januari 2018. Sedangkan dalam aspek pembebasan lahan, jalan tol sepanjang 38,488 kilometer (km) ini sudah merealisasikan progres sebesar 80,60%.

AVP Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru Santoso mengungkapkan, PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) selaku anak usaha dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus mengebut progres pembangunan fisik dan terus melakukan segenap upaya untuk merampungkan pembebasan lahan yang dibutuhkan.

“Hal tersebut dilakukan guna mengejar target untuk dioperasikan pada akhir tahun 2018,” ujar dia di Jakarta, Minggu (14/1).

Jalan Tol Pandaan-Malang dirancang memiliki lima seksi. Seksi I Pandaan-Purwodadi sepanjang 15,475 km, saat ini progress pembebasan lahannya telah mencapai 87.03%. Sedangkan untuk progres konstruksi sudah mencapai 25.153%. Adapun untuk seksi II Purwodadi – Lawang sepanjang 8,05 km, saat ini pembebasan lahan sudah mencapai 81,57% dan pekerjaan konstruksi sudah mencapai 9,37%.

Untuk seksi III Lawang – Singosari sepanjang 7,10 km saat ini progres pembebasan lahan sudah 95,85% dan progres konstruksi mencapai 6,803%. Sementara seksi IV Singosari – Pakis sepanjang 4,75 km progres pembebasan lahannya sudah mencapai angka 68,43% dan progress konstruksi yang baru mencapai 0,351%.

Sedangkan progress pembebasan lahan untuk seksi V Pakis - Malang sepanjang 3,113 km mencatatkan angka 41,83% dan realisasi proyek yang baru mencapai 0,42%.

Heru mengungapkan, Jalan Tol Pandaan-Malang akan terhubung dengan Jalan Tol Gempol- Pandaan. Nantinya, dengan beroperasinya jalan tol ini akan mampu mengurai simpul kemacetan yang ada di jalan arteri, dan dapat memangkas waktu tempuh dari Malang menuju Pandaan atau sebaliknya.

“Diharapkan dengan rampungnya Jalan Tol Pandaan-Malang, dapat mempercepat arus distribusi barang dan jasa serta meningkatkan perekonomian di Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur,” ungkap dia.

Sebelumnya, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengungkapkan, perseroan setidaknya dapat mengoperasikan sekitar 175 km jalan tol pada tahun ini. “Itu di luar pengoperasian jalan tol Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono yang semestinya dioperasikan tahun lalu,” ujar dia.

Menurut dia, jalan tol yang dapat dioperasikan pada tahun ini selain dua ruas yang tertunda itu di antaranya tol Medan-Kualanamu- Tebing Tinggi seksi I dan VII, Batang-Semarang, Gempol- Pasuruan seksi II Rembang- Pasuruan, dan Bogor Ring Road (BORR) seksi IIB. 



Selengkapnya
 
MORE STORIES