Jalur Ganda KA Medan-Kualanamu Selesai November i

Menhub Budi Karya Sumadi (Sumber: IST)

Oleh : Thresa Sandra Desfika / GOR | Kamis, 18 Januari 2018 | 15:09 WIB

MEDAN - Progres pengerjaan jalur ganda dan layang kereta api (KA) Medan - Kualanamu telah mencapai 90%. Ditargetkan, pada November 2018 proyek ini telah selesai dan dapat difungsikan dengan baik.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan hal tersebut pada saat meninjau proyek double track KA Medan - Kualanamu di Titi Gantung, tidak jauh dari Stasiun KA Medan pada Rabu (17/1).

Turut hadir meninjau Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi.

Budi mengatakan, proyek pembangunan double track KA Medan - Bandara Kualanamu adalah sepanjang 32 km. Dari 32 km, sepanjang 10 km akan menjadi elevated. Dengan dibangunnya double track, maka diharapkan perjalanan dari Medan ke Bandara Kualanamu dan sebaliknya menjadi lebih cepat.

Itu akan meningkatkan pejalanan KA Bandara dari saat ini 42 perjalanan per hari menjadi 76 perjalanan per hari. Artinya itu bisa mengangkut penumpang tiap 30 menit.

“Dengan pembangunan double track dan elevated ini, harapan kita, headway yang ke Kualanamu akan lebih baik yakni meningkat tiga kali lipat dan memberikan layanan yang lebih baik bagi penumpang. Kami harus melakukan upaya yang lebih maksimal, dari segi pembangunan maupun utilisasi dari segi kereta api itu sendiri,” ujar Menhub dalam pernyataan tertulisnya yang diterima Investor Daily, kemarin.

Menurut Budi, saat ini load factor Kereta Bandara Kualanamu hanya 30%. Oleh karenanya, dia mengimbau kepada masyarakat Medan untuk menggunakan KA karena ramah lingkungan dan memberikan solusi bagi kemacetan yang begitu padat.

“Harapannya masyarakat Medan menggunakan fasilitas ini dengan baik. Kami akan secara cepat menyelesaikan ini dan menjadi kebanggan bagi masyarakat Medan. Saat ini ada sembilan perlintasan sebidang yang kami selesaikan, sehingga dapat mengurangi kemacetan,” tutur Menhub.

Untuk tarif, Budi mengatakan masih akan di angka Rp 100 ribu. “Untuk tarif saya pikir kami masih di Rp. 100 ribu, mungkin kami berikan substitusi lain bukan tarif. Karena PT Railink itu swasta, kalau kami berikan lebih rendah, saya khawatir kepastian hukum dari mereka yang telah ditetapkan melalui FS tidak terjadi. Biasanya di kotakota yang lain itu disubsidi oleh pemerintah daerah, nanti coba kami bicarakan dengan pemerintah daerah untuk pemberian subsidi atau sponsor dari pihak lain. Jadi, tarif akan turun apabila mendapatkan subsidi dan sponsor dari pihak lain,” jelas Menhub.



Selengkapnya
 
MORE STORIES