Kadin: Perlu Solusi Nyata Cegah Kecelakaan Konstruksi i

Erwin Aksa.

Oleh : Tri Murti / GOR | Jumat, 26 Januari 2018 | 08:33 WIB

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap ada solusi nyata dan mendorong upaya pencegahan kecelakaan konstruksi menyusul masifnya pembangunan di Indonesia sebagai upaya pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur strategis.

"Kami harapkan ada solusi segera dari semua akar permasalahan kecelakaan konstruksi yang terjadi akhir-akhir ini agar menjadi perhatian bagi para kontraktor," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Konstruksi dan Infrastruktur Erwin Aksa di sela acara Focus Group Discussion di Jakarta, Kamis (25/1).

Menurut Erwin, jika izinnya dicabut, secara tidak langsung akan menghambat pembangunan infrastruktur yang sedang digenjot oleh pemerintah, dan ini berdampak merugikan semua pihak seperti pemerintah sebagai pemilik, kontraktor, dan masyarakat yang semakin panjang terganggu aktivitasnya akibat adanya pembangunan infrastruktur.

Erwin juga menilai masih maraknya kasus kecelakaan dalam proyek konstruksi akhirakhir ini yang terjadi hampir berturutan sepertinya sudah mengingatkan bahwa aspek keselamatan dan kecelakaan kerja, seperti kurang mendapat perhatian dari kontraktor.

"Padahal dalam Permen PU No 5/2014 tentang Sistem Manajemen Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) Konstruksi sudah jelas bahwa setiap proyek yang tidak memenuhi standar keamanan dan keselamatan akan dikenai sanksi dari surat peringatan sampai penghentian pekerjaan," papar dia.

Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa masalah keselamatan kerja adalah hal yang utama. Menyingung beberapa kejadian kecelakaan kerja yang terjadi termasuk kejadian kecelakaan di Proyek LRT Kelapa Gading-Rawamangun awal pekan ini, Erwin mengatakan bahwa keperluan tenaga terampil dan berpengalaman untuk memastikan setiap proyek yang digarap berjalan lancar mutlak diperlukan.

Dia menyebutkan, pada 2017 baru sekitar 150.000 tenaga ahli yang tersertifikasi di negeri ini dalam hal ini pekerja di semua level, baik perencana, pengawas, maupun pelaksana proyek. Idealnya, jumlah tenaga ahli ini sekitar 500.000-750.000 orang dan ini akan menjadi tantangan bagi para kontraktor dan asosiasi. 



Selengkapnya
 
MORE STORIES