Pemerintah Mulai Rail Test Biodiesel untuk Kereta Api i

Dadan Kusdiana, Direktur Bioenergi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

Oleh : Retno Ayuningtyas / GOR | Selasa, 13 Februari 2018 | 23:50 WIB

JAKARTA – Pemerintah mulai melaksanakan rail test penggunaan biodiesel 20% (B20) pada kereta api di Lahat, Sumatera Selatan. Rail test ini guna mengoptimalkan pemanfaatan biodiesel sebagai bahan bakar ramah lingkungan.

Biodiesel kadar 20% (B20) itu mulai diuji coba pada lokomotif kereta api di Balaiyasa Lahat, Sumatera Selatan, akhir pekan lalu. Rail test dilakukan pada lokomotif jenis CC205 dan CC206 yng digandeng untuk menarik batubara. Satu unit lokomotif menggunakan biodiesel kadar 10%, satu unit lagi memakai biodiesel 20%.

“Tujuan rail test ini diharapkan agar pemanfaatan bioedisel dapat berjalan di PT KAI dan terjadi peningkatan dari pemanfaatan biodiesel di PT KAI,” kata Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan kusdiana dalam keterangan resminya, Minggu (11/2).

Rail test ini merupakan tindak lanjut dari kajian penggunaan B20 pada komponen dan sistem bahan bakar di lokomotif dan genset PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang dilaksanakan pada tahun 2017. Rail test akan berjalan selama enam bulan dengan rute kereta Tanjung Enim-Tarahan.

Hasil kajian sebelumnya menunjukkan bahwa ada perbedaan injector pada kereta api dengan mobil diesel. Injector kereta api diketahui lebih lunak, sehingga tidak tahan terhadap biodiesel dan disinyalir menimbulkan percikan api pada mesin lokomotif.

Hal ini menyebabkan penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar kereta api menjadi lebih sulit. “Kami juga tidak ingin ada perbedaan terhadap sistem mesin dari penggunaan B-20 pada kereta ini nantinya,” jelas Dadan.

Lantaran adanya hambatan tersebut, pemerintah kemudian memberikan relaksasi pemanfaatan biodiesel untuk kereta api pada tahun lalu. Hal ini, Direktur Bioenergi Kementerian ESDM Sujoko sempat menuturkan, menjadi salah satu penyebab rendahnya serapan biodiesel di sepanjang 2017 lalu.

Sampai akhir tahun lalu, Kementerian ESDM mencatat penggunaan biodiesel sebesar 3,23 juta kiloliter, lebih rendah dari target 4,2 juta kiloliter. Pada tahun ini, Kementerian ESDM memasang target serapan biodiesel lebih tinggi, yakni mencapai 5,7 juta KL

Tak hanya untuk menggenjot konsumsi biodiesel dalam negeri, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana mengungkapkan, program biodiesel juga bertujuan untuk mengurangi polusi udara. Dengan memakai biodiesel sebagai bahan bakar, pihaknya berharap kereta api Indonesia dikenal sebagai kereta api yang green energy.

Senada, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulkifri menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini perlu didorong guna mendapatkan energi yang ramah lingkungan. Sehingga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, dimana hal ini juga sejalan dengan rencana induk perkeretaapian.

Pelaksanaan rail test ini melibatkan beberapa stakeholder, seperti BPPT, Lemigas, BPDPKS, PT Pertamina (Persero), ITB, Aprobi, General Electric, dan Electro-Motive Diesel.



Selengkapnya
 
MORE STORIES