AP I Dorong Penumpang Bandara Bali Tumbuh 22% i

Pengamanan Bandara Ngurah Rai Ditingkatkan Jelang Akhir 2017

Oleh : Thresa Sandra Desfika / GOR | Rabu, 14 Februari 2018 | 16:57 WIB

JAKARTA – PT Angkasa Pura (AP) I menggenjot pertumbuhan penumpang di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali, mencapai 22% pada tahun ini. Hal tersebut demi mendorong tercapainya target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) 17 juta orang pada 2018.

Direktur Utama AP I Faik Fahmi menjelaskan, untuk merealisasikan bidikan pemerintah perihal kunjungan wisman, jumlah lalu lintas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang dan Bandara Ngurah Rai perlu digenjot. Kedua bandara memiliki peran sentral sebagai akses wisman.

“Tidak bisa mengandalkan bandara selain Ngurah Rai dan Soekarno-Hatta karena kontribusinya (bandara lain) hanya10 %. Makanya pintu masuk bandara diharapkan bisa tumbuh lebih dari 22%,” katanya dalam keterangan pers, Selasa (13/2).

Pengembangan kapasitas Bandara Ngurah Rai, ujar Faik, harus dilakukan, baik dengan penambahan frekuensi maupun rute baru. “Jumlah kursi internasional baru yang harus dibangun di Bandara Ngurah Rai tahun 2018 minimal 600.000 kursi atau setara dengan penambahan lima pesawat berbadan lebar dan lima pesawat lorong tunggal sehari,” jelasnya.

Faik Fahmi menyatakan, mulai September 2018, pergerakan pesawat per jam di Bandara Ngurah Rai akan ditingkatkan menjadi 33 kali. Saat ini jumlahnya 30 pergerakan per hari.

Aksi lain yang digarap AP I adalah mendorongnya kapasitas internasional di Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Internasional Lombok, dan Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta. Ketiga bandara tumbuh cukup tinggi pada 2017. Oleh karena itu, kapasitas tiga bandara ini akan segera diantisipasi agar bisa tetap tumbuh.

“Maskapai memerlukan stimulus untuk mengembangkan network-nya. Maka dari itu, AP I berharap bisa mendukung paket insentif bersama untuk mendorong pengembangan rute maskapai. Insentif yang disiapkan AP I antara lain diskon biaya pendaratan hingga 100% untuk rute baru, promo gratis di bandara, dan intensif untuk adanya pertumbuhan penumpang,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya terus meminta operator menambah kapasitas penerbangan internasional. Pasalnya dari 25,5 juta kursi, RI masih kekurangan 1,1 juta kursi penerbangan internasional agar target 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2018 tercapai.

“Target wisman tahun ini 17 juta, dengan asumsi 75% oleh maskapai, maka hal yang kritis ada di akses. Karena itu semua unsur 3A (airline, airport, authority) harus dibedah, dioptimalkan, dan berkolaborasi untuk Indonesia incorporated. Saya senang, semua pihak saling mendukung, saling mencari solusi untuk menambah jumlah kursi,” jelas Arief.



Selengkapnya
 
MORE STORIES