Menhub Tawarkan 4 Proyek ke Investor AS i

Menhub Budi Karya Sumadi (Sumber: IST)

Oleh : Thresa Sandra Desfika / Tri Murti / GOR | Jumat, 23 Februari 2018 | 15:50 WIB

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menawarkan empat proyek Kemitraan Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) kepada investor Amerika Serikat (AS). Proyek tersebut adalah pembangunan Jalur KA Makassar-Pare Pare, pengembangan rute penyeberangan Ketapang-Margariri, pembangunan Transit Oriented Development (TOD) Poris Pelawad, dan pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo.

“Indonesia sekarang aktif mengundang mitra asing untuk melakukan kerja sama investasi untuk pembangunan atau pengoperasian infrastruktur transportasi kami, seperti beberapa bandara, pelabuhan laut, dan jaringan kereta api, yang sekarang dikelola dan dioperasikan oleh BUMN,” kata Budi Karya Sumadi dalam pernyataan resminya, Kamis (22/2).

Menhub mengungkapkan hal tersebut seusai menerima kunjungan 16 investor Amerika Serikat. Pertemuan dengan investor yang dibawa oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia New York, AS tersebut, bertujuan untuk membahas potensi investasi Indonesia pada sektor-sektor yang menjadi line of business investor dan peluang investasi pada sektor transportasi di Indonesia.

Turut hadir dalam pertemuan ini Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Dirjen Perhubungan Laut Agus Purnomo, Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, Dirjen Perkeretaapian Zufikri, Kepala Pusat Fasilitasi Kemitraan dan Kelembagaan Internasional Kemenhub Agus Prihatin, dan Konsulat Jenderal RI Perwakilan New York Abdul Kadir Jailani. Adapun 16 investor dari Amaerika Serikat antara lain berasal dari perusahaan investasi global, perusahaan jasa keuangan dan perbankan, serta perusahaan konstruksi.

Lebih jauh, khusus kerja sama dengan Amerika Serikat, Menhub juga menuturkan, kerja sama antara kedua negara telah terjaga sejak lama. Sebagai contoh dalam dunia penerbangan, Indonesia sudah mencapai penilaian kategori 1 Federal Aviation Administration (FAA) untuk pengawasan keselamatan. Dengan kategori 1 FAA tersebut, maskapai penerbangan Indonesia mampu melayani rute penerbangan ke Amerika Serikat.

“Oleh karena itu, kami perlu memperkuat dan mengidentifikasi bentuk kerja sama transportasi baru yang akan bermanfaat bagi kedua negara,” ucap Menhub.

Untuk mengatasi tantangan sektor transportasi di Indonesia, kata Menhub, pihaknya telah mengidentifikasi dua isu strategis di sektor transportasi. Kedua isu tersebut yaitu memperkuat konektivitas untuk menyeimbangkan pembangunan dan pengembangan sistem transportasi massal untuk daerah perkotaan.

Berdasarkan dua isu strategis tersebut, Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk mengejar lima kebijakan pembangunan utama. Kebijakan tersebut adalah mempercepat sistem transportasi multimoda dengan memprioritaskan transportasi laut dan perkeretaapian; meningkatkan aksesibilitas sistem transportasi di wilayah Timur Indonesia, daerah perbatasan, dan daerah desa; serta memperkuat kapasitas dan kemampuan lembaga pelatihan dan penelitian untuk mendapatkan posisi yang lebih baik dalam transfer teknologi.

Kebijakan lainnya adalah mengembangkan konektivitas yang kuat untuk meningkatkan mobilitas perkotaan dan pemerataan semua pusat ekonomi di seluruh Indonesia dan menciptakan sistem pembiayaan yang bertujuan untuk pembangunan infrastruktur melalui dana khusus transportasi dan mekanisme keuangan lainnya.

Daya Saing
Sementara itu, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Niken Widiastuti mengatakan, daya saing Indonesia dalam tiga tahun terakhir di tingkat internasional, khususnya di bidang investasi infrastruktur meningkat signifikan.

"Bila pada 2015 masih diperingkat ke-60, tahun ini indeks kemudahan bisnis dan investasi Indonesia, ada di posisi ke-52,” kata Niken Widiastuti kemarin.

Hingga kini, pemerintah telah membangun 2.263 km jalan, sepanjang 851 km jalan tol, sebanyak 39 bendungan, jaringan irigasi seluas 859 ha, serta pembangunan sejuta rumah sebanyak 2,4 juta rumah.

"Musibah kecelakaan yang terjadi pada proyek konstruksi baru-baru ini, tidak akan menghapus pembangunan infrastruktur berskala besar yang sudah dilakukan pemerintah. Karena seluruh fasilitas yang dibangun ini adalah untuk melayani masyarakat," tambah Niken.



Selengkapnya
 
MORE STORIES