PUPR Bangun 9 Proyek Pengendali Banjir Citarum Rp 1,59 Triliun i

Sungai Citarum Meluap, Banjir Melanda Bandung

Oleh : Eko Adityo / GOR | Sabtu, 24 Februari 2018 | 22:43 WIB

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan pembangunan sembilan infrastruktur pengendali banjir Sungai Citarum Hulu senilai Rp 1,59 triliun. Kesembilan proyek tersebut telah dimulai konstruksinya sejak 2015 dan akan selesai pada 2018 dan 2019.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, perbaikan badan Sungai Citarum menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR.

“Kami bertanggung jawab di badan sungainya. Yang menjadi masalah utama di Sungai Citarum adalah sampah, baik sampah industri atau sampah rumah tangga,” kata dia dalam pernyataan resminya di Jakarta, Jumat (23/2).

Sungai Citarum, sambung dia, juga kerap meluap dan menggenangi wilayah sekitarnya. Hal ini akibat berkurangnya kapasitas tampung sungai yang disebabkan sedimentasi yang tinggi. Oleh karena itu dilakukan normalisasi Sungai Citarum Hulu (2017-2019) dengan anggaran Rp 78 miliar, pembangunan floodway Cisangkuy paket I dan II (2015-2019) dengan anggaran Rp 311 miliar dan Rp 320 miliar.

Normalisasi juga dilakukan di beberapa anak sungai Citarum seperti Sungai Cimande dengan anggaran Rp 93,15 miliar, Sungai Cikijing (Rp 92,56 miliar), Sungai Cikeruh (Rp 53,31 miliar) yang ditargetkan rampung pada 2018.

Pekerjaan yang akan selesai tahun ini lainnya adalah pembangunan Embung Gedebage di Kota Bandung dengan anggaran Rp 85,48 miliar. Infrastruktur pengendali banjir lainnya yang dibangun adalah Kolam Retensi Cieuntung (2015-2018) dengan anggaran Rp 203,83 miliar.

Lokasi Kolam Retensi Cieunteung di Kecamatan Baleendah berada di sisi Sungai Citarum. Kolam ini akan mampu menampung debit banjir Sungai Citarum untuk menurunkan tinggi genangan di daerah Dayeuhkolot dan Baleendah sekitar 1 meter dan mengurangi luas genangan dari semula 342 ha menjadi 41 ha.

Kementerian PUPR juga tengah menyelesaikan pembangunan terowongan hidraulik Nanjung di Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung yang dikerjakan sejak tahun 2017 dan ditargetkan rampung tahun 2019. Biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 352 miliar. Panjang terowongan tersebut mencapai 2x230 meter yang bermanfaat untuk mengurangi durasi dan tinggi genangan banjir.

Perbaikan terhadap tanggultanggul kritis dan pemeliharaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Citarum di Hulu dan Hilir juga dikerjakan. Pemeliharaan DAS Citarum Hulu meliputi sembilan sungai yaitu Sungai Cikapundung, Sungai Cimahi, Sungai Citepus, Sungai Cisangkuy, Sungai Cicadas, Sungai Cidurian, Sungai Cinambo, Sungai Cisaranten dan Sungai Cipanjalu.

Sedangkan DAS Citarum Hilir meliputi lima sungai yaitu Sungai Cidawolong, Muara Pasir Putih, Muara Sungai Ciasem, Sungai Mangsetan dan Muara Kali Menir. Citarum merupakan salah satu sungai yang penting, mengingat nilai ekonomi, sejarah, hingga memiliki nilai sosialekonomi tinggi. Sungai ini merupakan sumber air bagi 27,5 juta penduduk Jawa Barat dan DKI Jakarta.



Selengkapnya
 
MORE STORIES