Kemenhub-Polisi Gelar Pembuatan SIM A Umum di 8 Kota i

Ilustrasi polisi.

Oleh : Thresa Sandra Desfika / GOR | Senin, 26 Februari 2018 | 16:26 WIB

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Kepolisian menggelar pembuatan SIM A Umum secara kolektif di delapan kota. Hal tersebut sebagai upaya regulator mendorong para pengemudi angkutan umum untuk memenuhi persyaratan.

Adapun delapan kota yang dimaksud antara lain Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Pekanbaru, Medan, dan Makassar. Kegiatan pembuatan SIM A Umum kolektif ini diawali di Jakarta pada 25 Februari 2018.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, setelah penyelenggaraan di Jakarta, Kemenhub segera mengadakan kegiatan serupa di Surabaya pada 27 Februari 2018 dan dilanjutkan ke kota-kota lainnya. Kegiatan ini tak hanya diperuntukkan bagi para pengemudi angkutan sewa khusus (online), tapi juga para pengemudi angkutan umum lainnya, termasuk taksi reguler.

"Untuk di Jakarta ini kami sediakan untuk 600 orang. Tapi masih ada yang berminat dan karenanya nanti akan ada tahap kedua juga untuk yang di Jakarta. Nanti Selasa (27/2) juga akan diselenggarakan di Surabaya," ungkap Menhub di Jakarta, Minggu (25/2).

Dia menambahkan, program pembuatan SIM A Umum kolektif didukung subsidi dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Kemenhub. Subsidi agar para pengemudi yang mengajukan pembuatan SIM A Umum kolektif mendapatkan harga yang lebih terjangkau.

Budi mengungkapkan, besaran pendapatan negara bukan pajak (PNBP) untuk SIM A Umum senilai Rp 225.000. Subsidi diberikan Rp 125.000 per orangnya sehingga setiap pengemudinya dikenakan biaya Rp 100.000.

Menhub mengharapkan, agar perusahaan aplikasi berbasis layanan transportasi turut mendukung pembuatan SIM A Umum bersubsidi selanjutnya yang akan diselenggarakan di beberapa kota di Indonesia. "Setelah ini kami akan kerja sama dengan aplikator dan pihak lainnya. Kami akan sharing dengan aplikator," tambah Budi.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, pemerintah memfasilitasi pembuatan SIM A Umum agar para pengemudi angkutan online dan taksi reguler dapat bekerja dengan tenang sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Dirjen mengatakan, patut dicatat bahwa proses pembuatan SIM A Umum kolektif ini tetap melalui prosedur yang sudah diterapkan oleh Kepolisian.

Dashboard
Terkait penyiapan dashboard angkutan online, Menhub Budi mengaku, masih berkoordinasi intens dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo).

“Soal dashboard saya sedang berdiskusi dengan Kementerian Kominfo. Dashboard itu seyogianya ada koordinasi yang lebih intens dengan Kemenhub supaya kami tahu jumlahnya berapa, apa yang dilakukan, di mana saja. Itu sedang kami bahas. Dirjen Perhubungan Darat sudah membicarakannya dengan dirjen di Kementerian Kominfo,” jelas Menhub.

Budi menjelaskan, Kementerian Kominfo sebelumnya telah menyerahkan dashboard angkutan online akan tetapi ada beberapa hal yang masih perlu dioptimalkan.

Sementara itu, Dirjen Budi Setiyadi menuturkan, dalam dashboard yang sudah disampaikan Kementerian Kominfo hanya mencantumkan data identitas pengemudi dan data kendaraan. Kemenhub masih membutuhkan data akun para pengemudi.

“Yang kami harapkan dalam dashboard ada nama, identitas kendaraan, dan juga akunnya. Karena ada beberapa akun yang tidak sesuai dengan namanya. Kemudian kami minta real time jadi satu hari pergerakannya berapa yang keluar berapa itu harus ada,” ujar Dirjen Budi. 



Selengkapnya
 
MORE STORIES