UAJY-Posko Mangkubumi Bangun Jembatan Rusak di Nglipar i

Rektor UAJY Gregorius Sri Nurhartanto berfoto bersama, usai bersama Koordinator Posko Mangkubumi serta disaksikan warga masyarakat setempat melakukan peletakan batu pertama pada Rabu 28 Februari 2018.

Oleh : L Gora Kunjana / GOR | Kamis, 1 Maret 2018 | 22:45 WIB

YOGYAKARTA- Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dalam hal ini Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) UAJY bekerjasama dengan Posko Mangkubumi melakukan pembangunan jembatan yang rusak dan hampir roboh di Dusun Jeruk, Kecamatan Nglipar, Gunung Kidul DIY.

Untuk menandai dimulainya pembangunan jembatan tersebut, Rektor UAJY, Dr Gregorius Sri Nurhartanto SH LLM dengan didampingi Koordinator Posko Mangkubumi serta disaksikan oleh warga masyarakat setempat melakukan peletakan batu pertama pada Rabu (28/2).

Dalam sambutannya, Rektor Gregorius Sri Nurhartanto berharap agar warga setempat bahu membahu dalam melaksanakan pembangunan jembatan tersebut.

“Seberat apapun pekerjaan kita, akan terasa ringan bila dilakukan bersama-sama. Masyarakat kita sejak lama telah sadar betul bahwa sebagai makhluk sosial dalam memenuhi kebutuhannya harus melibatkan orang lain. Sebaliknya, juga perlu melibatkan diri untuk membantu orang lain melepaskan diri dari kesulitan,” papar Nurhartanto.

Selanjutnya dikatakan agar budaya gotong-royong yang telah benar-benar hidup dan menjadi tulang punggung kehidupan bermasyarakat kita hendaklah dijaga dan dilestarikan untuk kehidupan warga yang semakin sejahtera. Acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng sebagai tanda diresmikannya pekerjaan pembuatan jembatan tersebut.

Diterjang banjir
Untuk diketahui hujan deras yang terjadi pada akhir November tahun 2017 lalu telah menyebabkan Sungai Oya yang sebagian jalurnya melewati Gunungkidul-Yogyakarta meluap. Selain jalan-jalan menjadi tidak bisa dilalui, banyak pula jembatan yang rusak atau bahkan roboh diterjang banjir tersebut. Salah satu kawasan terparah di Kecamatan Nglipar adalah Dusun Jeruk.

Di dusun Jeruk ini, jembatan yang menghubungkan antara Dusun Jeruk dan Dusun Kledung rusak parah, tidak bisa dilalui. Rusaknya jembatan ini menyebabkan mobilitas warga menjadi terganggu. Anak sekolah, petani yang mau mengangkut hasil bumi menjadi terkendala. Tidak jarang mereka harus bertaruh dengan risiko keselamatan diri dengan nekat melintas jembatan yang hampir roboh tersebut. Mereka terpaksa nekat karena apabila lewat jalur aman dari Dusun Jeruk ke Dusun Kledung mereka harus berputar sejauh 6 kilometer.

Oleh karena itu wajarlah jika Ketua RT 2 RW 5 Dusun Jeruk, Sumanto mengatakan bahwa pembangunan jembatan sepanjang 30 meter ini sangat diharapkan bahkan ditunggu-tunggu oleh warga.

“Terutama warga dari daerah Kledung, banyak yang anaknya sekolah SMP, SD hingga TK dan PAUD di Jeruk sini. Bahkan di sebelah sana itu toko kelontongnya enggak ada, pada belanja ke sini. Demikian pula warga sini mencari pakan ternak ke hutan di seberang jembatan. Bisa dibayangkan betapa sulitnya ketika jembatan tersebut tidak bisa dilalui,” ujar Sumanto mewakili warga setempat.



Selengkapnya
 
MORE STORIES