Pelaku Transportasi Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem i

Salah satu kantor BMKG. (Sumber: Investor Daily/Gora Kunjana)

Oleh : Thresa Sandra Desfika / GOR | Jumat, 9 Maret 2018 | 08:59 WIB

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau kepada seluruh pemangku kepentingan termasuk maskapai untuk mewaspadai cuaca ekstrem pada awal Maret 2018 ini. Hal tersebut mengacu pada rilis yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan ada potensi hujan lebat yang meningkat di sebagian besar wilayah Indonesia pada 7-10 Maret 2018.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso meminta, maskapai penerbangan, pengelola bandara dan AirNav Indonesia untuk mempererat kerja sama dan koordinasi dengan otoritas bandara setempat, terutama dalam hal operasional penerbangan dan pelayanan kepada penumpang yang terdampak. Agus mengingatkan, semua pihak untuk selalu patuh pada aturan.

"Hujan lebat dan cuaca ekstrem bisa memengaruhi operasional penerbangan juga bandara. Hal itu bisa berdampak pula pada pelayanan penumpang seperti penundaan penerbangan. Jadi semua pihak harus waspada sehingga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan tetap terjaga," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Kamis (8/3).

Kondisi bandara terutama pada bagian landasan, sebut Agus, harus benar-benar diperhatikan. Pengelola bandara harus selalu menginformasikan kondisi terbaru terkait cuacanya kepada operator lain dan otoritas bandara setempat. Jika sekiranya kepala bandara berpendapat bandara tidak layak melayani operasional penerbangan akibat cuaca ekstrem ini, kepala bandara harus bertindak tegas dengan menutup sementara bandara.

Di sisi lain Agus meminta, para penumpang memaklumi atas kondisi cuaca ekstrem dan akibatnya yang kemudian timbul terhadap pelayanan. Penumpang diharapkan selalu mematuhi aturan-aturan penerbangan yang diinstruksikan oleh petugas maskapai dan bandara.

"Penumpang saya minta maklum jika nanti ada delay atau pembatalan penerbangan. Di sisi lain, petugas maskapai dan bandara juga harus memberikan penjelasan yang terbaru dan gampang dimengerti oleh penumpang. Dengan demikian terjadi kerja sama yang baik dan tidak menimbulkan kejadiankejadian negatif," lanjut Agus.

Seperti diketahui, BMKG pada 6 Maret lalu merilis kondisi cuaca untuk tanggal 7 - 10 Maret 2018 ini. Menurut BMKG, kondisi atmosfer pada rentang waktu tersebut diindikasikan mengalami peningkatan dengan ditandai dan terdeteksi adanya aliran udara basah dari Samudera Hindia ke wilayah Indonesia. Kondisi tersebut diperkirakan mengakibatkan potensi hujan dengan intensitas lebat terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

Wilayah-wilayah tersebut di antaranya Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jakar ta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah bagian Selatan, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Barat.

Dengan adanya situasi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengeluarkan imbauan pada masyarakat untuk waspada potensi genangan, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor.



Selengkapnya
 
MORE STORIES