Jalan Layang KA Jakarta Mulai Dibangun 2020 i

Ilustrasi KRL Commuter Line.

Oleh : Thresa Sandra Desfika / GOR | Selasa, 3 April 2018 | 22:07 WIB

JAKARTA- Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menargetkan pembangunan Jalur Lingkar Layang (Loopline) Kereta Api (KA) Jakarta dimulai pada 2020.

Jalur tersebut dibangun dalam upaya mengakomodasi lonjakan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek sebanyak 2 juta penumpang per hari.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono menjelaskan, loopline akan berperan dalam mengatasi kemacetan dan mengurangi volume lalu lintas di wilayah Jakarta.

"Dengan loopline, maka penumpang KRL Jabodetabek dalam tujuannya ke titik-titik sentra bisnis di Ibukota tidak perlu lagi berganti transportasi lainnya tetapi cukup naik ke atas menggunakan loopline,” kata Bambang dalam pernyataan resminya, Senin (2/4).

Dia menambahkan, lelang investasi untuk pembangunan jalur lingkar layang dilaksanakan oleh BPTJ. BPTJ bakal menawarkan kepada sejumlah badan usaha untuk bekerja sama dengan skema kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU) dengan pola solicited.

Pola ini merupakan proses investasi penyelenggaraan proyek sektor transportasi yang muncul dari inisiasi pemerintah.

Menurut Bambang, pembangunan loopline juga akan meningkatkan frekuensi pemberangkatan kereta karena waktu tunggu (headway) setiap pemberangkatan semakin pendek.

Loopline juga dibangun dalam upaya meningkatkan jumlah penumpang. Jalur lingkar tersebut adalah Manggarai-Pondok Jati-RajawaliKampung Bandan-Tanah AbangManggarai.

Dalam hal ini, BPTJ sedang melaksanakan pelelangan umum dengan jasa konsultasi guna mendukung percepatan pembangunan loopline dengan kegiatan yang disebut detailed enginering design (DED).

“Akan ada dua tahap DED, tahap I meliputi lintas Pondok Jati-Rajawali-Kampung Bandan sepanjang 11 km yang akan dilaksanakan oleh BPTJ tahun ini dan sudah melalui proses melalui pelelangan umum untuk jasa konsultasi. Tahap II akan dilaksanakan tahun depan dan meliputi jalur lintas Kampung Bandan-Tanah Abang-Manggarai sepanjang 18 km,” kata Bambang.

Dia menambahkan, pembangunan loopline adalah program jangka panjang BPTJ yang bertujuan untuk mengatasi kemacetan Jabodetabek dan juga untuk mengurangi jumlah pelintasan sebidang.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk mempercepat pembangunan jalur lingkar layang ini. Komitmen itu disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Gubernur Jakarta Anies Baswedan beberapa waktu lalu.

"Loop line, kita akan selesaikan DED (detail engineering design). Setelah itu, baru kami akan mulai semacam tender (investor)," ungkap Menhub.

Senada dengan itu, Anies menjelaskan, dengan adanya jalur lingkar layang itu dapat mengurangi titik-titik kemacetan di Jakarta sekaligus meningkatkan pengguna KRL.

"Jadi DED (loopline) nanti prosesnya kami mulai. Kami berharap lintasan kereta api di Jakarta tak lagi jadi titiktitik kemacetan, dan ini juga membuat volume atau jumlah penumpang kereta bisa kami tingkatkan, karena kereta nanti sudah bisa elevated," ujar Anies.

Bambang Prihartono sempat mengungkapkan, pengerjaan proyek tersebut perlu ada percepatan guna mewujudkan rencana pemerintah dalam meningkatkan pengguna KRL Jabodetabek.

"Jumlah penumpang itu, kami harapkan dari yang saat ini 1 juta penumpang per hari menjadi 2 juta penumpang," ujarnya.



Selengkapnya
 
MORE STORIES