Bandara Kediri Dibangun Akhir 2018 i

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Oleh : Tri Murti / GOR | Jumat, 6 April 2018 | 23:00 WIB

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, bandara baru di Kediri, Jawa Timur, rencananya dibangun pada akhir 2018 dan ditargetkan sudah bisa mulai beroperasi pada akhir 2019.

"Intinya, Pak Menko Maritim (Luhut Binsar Pandjaitan) memantau kegiatan ini. Kami harapkan sudah bisa mulai dibangun tahun ini dan sesegera mungkin. Bahkan Pak Menko mengharapkan 2019 bisa soft opening," kata Budi saat menghadiri rapat koordinasi di Kemenko Maritim, Jakarta, Kamis (5/4).

Selain Menhub, rapat koordinasi dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, termasuk dari TNI Angkatan Udara, PT Gudang Garam Tbk sebagai investor bandara Kediri, dan PT Angkasa Pura II (Persero).

Budi menjelaskan, sesuai paparan Gudang Garam, bandara Kediri akan dibangun dengan landas pacu sepanjang 3.000 meter. Namun, pada tahap awal, panjang landas pacu akan dibangun sepanjang 2.400 meter.

"Mereka sudah kasih proposal, nilai investasinya kira-kira Rp 5 triliun," ungkap dia.

Adapun saat ini, Budi mengatakan, pembangunan bandara baru masuk tahap penetapan lokasi serta penetapan desain. Menurut Budi, rencana pembangunan bandara di Kediri telah mendapat dukungan, karena jajaran pemerintah daerah hingga TNI AU telah menyetujuinya.

"Karena bandara ini akan menaungi penduduk besar sebanyak 15 juta jiwa, terdiri lebih dari 10 kabupaten/ kota," ujar dia.

Lebih jauh, PT Angkasa Pura II (Persero) siap membantu PT Gudang Garam Tbk untuk mendesain bandara di Kediri tersebut. Bantuan desain yang diberikan meliputi rencana utama bandara dan desain rinci untuk konstruksi atau bangunan.

"Kami akan membantu Gudang Garam untuk mengkaji dua desain perencanaan. Pertama, desain dasar dan detail engineering design (proyek perencanaan fisik/DED)," kata Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin kemarin.

Awaluddin menjelaskan, bantuan desain yang diberikan meliputi rencana utama bandara dan desain rinci untuk konstruksi atau bangunan.

Sedangkan Direktur Jenderal Pengadaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Arie Yuriwin mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan penetapan lokasi agar bisa melaksanakan pengadaan tanah. "Kan harus ada kesesuaian tata ruang, baru keluar penetapan lokasi. Baru kami melakukan pengadaan tanah," papar dia.

Dia menjelaskan, total lahan yang akan digunakan untuk pembangunan bandara seluas 457 hektare (ha) yang sebagiannya telah dimiliki Gudang Garam. "Kendalanya soal di tata ruang saja," kata Arie.

Menhub juga mengatakan, status hibah bandara yang akan dibangun di Kediri, Jawa Timur, oleh PT Gudang Garam Tbk akan dibahas lebih lanjut dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).



Selengkapnya
 
MORE STORIES