Progres MRT Jakarta Fase I Capai 93% i

MRT Jakarta Direcanakan Beroperasi Akhir Maret 2019

Oleh : Eko Adityo / GOR | Minggu, 29 April 2018 | 10:04 WIB

JAKARTA - PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menyatakan progres pembangunan sarana transportasi massal MRT fase I Lebak Bulus-Bundaran HI sudah mencapai 93,34% per 25 April 2018. Capaian itu terdiri atas penyelesaian konstruksi stasiun bawah tanah yang mencapai 96,24% dan penyelesaian konstruksi layang sebesar 90,45%.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengungkapkan, untuk kemajuan pembangunan depo MRT di Lebak Bulus dan Stasiun MRT Lebak Bulus saat ini sudah mencapai 94,22%. “Saat ini, kami juga melakukan maintenance karena di bagian dalam Stasiun Lebak Bulus sedang dilakukan pengerjaan entrance pada sisi kiri dan kanan pintu keluar,” ujar William di Jakarta, Jumat (27/4).

Dia menuturkan pihaknya juga tengah melakukan pengerjaan interior, salah satunya fokus sistem track work. “Untuk progress pekerjaan pemasangan rel kereta saat ini telah mencapai sekitar 60-70%. Pekerjaan ini terus berlanjut,” tutur William.

Dia mengungkapkan kehadiran moda transportasi missal berbasis rel tersebut diyakini akan mampu menjadi salah satu solusi masalah kemacetan di Ibu Kota. “Dengan MRT akan ada perubahan gaya hidup masyarakat yang beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik. Kehadiran MRT juga sekaligus diharapkan dapat memperbaiki kualitas udara di Jakarta,” kata William, seperti dilansir Antara.

Sebelumnya, sebanyak 12 kereta MRT Jakarta yang baru tiba di Jakarta akan melalui serangkaian tes terlebih dulu sebelum dioperasikan secara komersial pada Maret 2019. Tes yang dimaksud antara lain pengujian statis, dinamis, dan pengetesan langsung di atas rel.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, tes dilakukan secara bertahap, mulai tes statis pada April 2018 ini, tes dinamis (Agustus 2018), dan pengujian di atas rel mulai Oktober 2018. Pengujian di atas rel langsung dilaksanakan sepanjang trayek MRT Jakarta fase 1 dari Lebak Bulus-Bundaran HI.

“Saya senang gerbong MRT sudah datang. Berarti kita on schedule untuk melaksanakan static test, dynamic test, dan real test. Kami rencanakan April mulai static test dan direncanakan tes di rel yang sebenarnya pada Oktober sehingga pada Maret 2019 bisa beroperasi,” ungkap Budi.

Budi mengingatkan, kepada PT MRT Jakarta dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian agar melakukan tes dengan sebaik-baiknya. Selain itu, Menhub berharap PT MRT Jakarta mempersiapkan sumber daya manusia berkompetensi dalam mengoperasikan maupun merawat kereta MRT.

“Yang sering tidak dilihat adalah pekerja-pekerja di belakang untuk maintenance. Mereka harus mempunyai kompetensi dan dedikasi yang baik,” imbuh mantan direktur utama PT Angkasa Pura (AP) II itu.

Budi menambahkan, ada 84 kereta MRT Jakarta yang masih akan datang ke Indonesia. Total terdapat 96 kereta MRT yang nantinya disusun dalam 16 rangkaian. Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim pernah menyebutkan, setiap pengiriman dari Jepang terdiri atas dua trainset kereta MRT. Kedatangan berikutnya direncanakan pada Juni 2018 dan pengiriman terakhir diproyeksikan berlangsung pada November tahun ini.



Selengkapnya
 
MORE STORIES