Menhub Resmikan Fasilitas Uji Emisi Bertaraf Internasional i

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Oleh : Thresa Sandra Desfika / GOR | Jumat, 4 Mei 2018 | 16:22 WIB

BEKASI - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meresmikan fasilitas uji emisi bertaraf internasional untuk sepeda motor dan mobil penumpang di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB), Bekasi pada Kamis (5/5). Karenanya, seluruh pengujian emisi motor dan mobil penumpang akan dilakukan sepenuhnya di fasilitas yang dimiliki oleh Kemenhub tersebut.

“Hari ini kami menunjukkan kepada bangsa bahwa Kemenhub memberikan langkah yang pasti, membuat pengujian yang penting dan memudahkan swasta,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di sela acara peresmian fasilitas uji emis BPLJSKB, Bekasi pada Kamis (3/5).

Budi menambahkan, Indonesia tidak hanya merupakan pasar terbesar produk otomotif tapi juga menjadi basis produksi kendaraan bermotor di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, peran pemerintah sangat vital dalam memastikan kendaraan bermotor yang diproduksi dan dipasarkan mempunyai standar emisi gas buang yang sesuai dengan peraturan. Fasilitas baru ini, lanjut Menhub, mempunyai standar emisi tinggi, yakni Euro IV.

“Saya apresiasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat untuk selalu intensif lakukan perbaikan fasilitas pengujian. Kami tahu bersama bahwa kami adalah salah satu negara yang ingin tingkatkan mutu. Untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, maka pelaksaan uji emisi gas buang harus sesuai ketentuan,” ungkap Budi.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menyatakan, sebelum adanya fasilitas baru ini, Kemenhub menyelenggarakan uji emisi gas buang mobil penumpang melalui kerja sama dengan Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) untuk memanfaatkan fasilitas di Balai Teknologi Termondinamika dan Propulsi, Serpong (Tangerang Selatan). Sedangkan, uji emisi sepeda motor dititip uji di beberapa negara, seperti Singapura.

Budi Setiyadi menambahkan, pengadaan fasilitas uji emisi sepeda motor dan mobil penumpang bertaraf internasional ini juga demi menghadapi Asean Mutual Recognition Arrangement (MRA).

"Semoga dengan adanya fasilitas uji emisi yang baru ini dapat menjadikan pengujian tipe yang memenuhi standar keselamatan dan sesuai dengan perkembangan regulasi kendaraan bermotor baik di level nasional maupun internasional," ujar Budi.

Budi menjelaskan, Asean MRA merupakan bentuk pengakuan hasil pengujian otomotif di negara ASEAN yang mengacu pada standar UN Regulations.

"Ini artinya apabila kendaraan bermotor telah diuji di salah satu negara regional Asean, maka untuk kepentingan ekspor tidak perlu dilakukan pengujian kembali di negara tujuan ekspor pada regional ASEAN," ucapnya.

Lebih lanjut, Budi menuturkan, BPLJSKB juga telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008 dan ISO SNI 17025:2008 untuk laboratorium uji emisi sepeda motor (R40). Adapun pengujian yang dilakukan BPLJSKB antara lain pengujian konstruksi, pengujian dimensi, pengujian lampu utama, pengujian kincup roda depan, pengujian radius putar, pengujian berat kosong kendaraan, pengujian rem utama dan rem parkir, pengujian emisi gas buang kendaraan, pengujian spedometer, dan pengujian tingkat suara klakson.

Budi mengatakan, saat ini laboratorium pengujian emisi gas buang mobil penumpang (R83) memiliki peralatan yang mampu melakukan pengujian emisi gas buang untuk kendaraan dengan GVW sampai dengan 3,5 ton.

Sedangkan pada pengujian emisi gas buang sepeda motor (R40) saat ini memiliki peralatan yang mampu untuk menguji emisi gas buang sepeda motor dengan kapasitas mesin sampai dengan 2.500 cc serta dengan berat kosong kendaraan lebih dari 400 kg.

"Alat ini mempunyai kemampuan sampai dengan Euro IV namun ketentuan yang berlaku saat ini masih Euro III," ujar Budi.

Budi mengharapkan, fasilitas pengujian emisi gas buang kendaraan bermotor yang telah dimiliki BPLJSKB saat ini dapat memberikan pelayanan kepada industri otomotif dalam mengembangkan dan memperluas jangkauan pemasaran produk-produk baik di dalam negeri maupun untuk ekspor ke luar negeri.



Selengkapnya
 
MORE STORIES