PP Properti Usulkan Pembagian Dividen Tunai Rp 145,2 Miliar i

Dirut PT PP Properti, Tbk (PPRO)Taufik Hidayat (tengah), didampingi oleh Direktur Keuangan dan SDM serta Coporate Secretary PPRO Indaryanto (kiri), Direktur Realti PPRO Galih Saksono (kanan), dan Direktur Komersial PPRO Sinur Linda memberikan penjelasan bisnis properti PPRO kepada Pemimpin Redaksi Koran Investor Daily dan Suara Pembaruan Primus Dorimulu dan tim redaksi saat media visit ke redaksi BeritaSatu Media Holdings, BeritaSatu Plaza, Kamis 19 Oktober 2017. Media visit PPRO memberikan penjelasan perkembangan bisnis properti terutama apartemen dan pusat belanja dari PPRO yang ada di Indonesia.

Oleh : Mashud Toarik / MT | Senin, 16 April 2018 | 11:50 WIB
Kategori :

Jakarta - Anak usaha PT PP (Persero) Tbk yang bergerak di bisnis properti, PT PP Properti Tbk (PPRO) mengusulkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2017 sebesar Rp145,2 miliar. Angka itu setara dengan 30% dari laba bersih perusahaan pada 2017 sejumlah Rp484,6miliar. Usulan untuk membagikan dividen tadi, akan disampaikan oleh manajemen PPRO dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang dilaksanakan pada Selasa (17/4).

Besaran dividen yang akan diusulkan oleh manajemen PPRO dalam RUPST besok, lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang berkisar di angka 20% dari laba.

"Sisanya akan digunakan PPRO sebagai modal untuk mengembangkan 26 proyek yang telah direncanakan di atas lahan seluas 297 ha yang kini dimilikinya," ujar seorang sumber.

Untuk tahun ini, sebelumnya, Direktur Utama PPRO, Taufik Hidayat dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (8/3) mengemukakan, laba bersih Perseroan ditargetkan mencapai Rp528 miliar pada 2018.

Target perolehan laba di atas, lanjut Taufik, antara lain akan ditopang oleh peningkatan penjualan pemasaran sebesar 26,26% menjadi Rp3,8 triliun pada 2018, dari Rp3,01 triliun pada 2017. Selain fokus pada pengembangan cadangan lahan (landbank) yang sudah ada, pada 2018 PPRO akan mulai pengembangan beberapa lokasi transit oriented development (TOD).

"Dan peningkatan pendapatan berulang (recurring income) melalui pembangunan hotel di Surabaya, Lombok dan Labuan Bajo," ujarnya.

Pada 2018, tukas dia, akan ada kontribusi tambahan dari segmen hospitality seiring mulai beroperasinya Hotel Kaza di Surabaya dan dimulainya proses konstruksi dari Prime Park Hotel and Convention di Lombok. "Diharapkan dengan beroperasinya beberapa proyek hospitality dapat meningkatkan recurring income PPRO menjadi 10%-15% terhadap total laba," terang Taufik



Selengkapnya
 
MORE STORIES