HRTA Siapkan Pendanaan Rp300 Miliar demi Ekspansi i

Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk Sandra Sunanto bersama Direktur Produksi Cuncun Muliawan, tengah memamerkan lini produk perhiasan emas terbaru perseroan di Jakarta, Selasa 17 April 2018.

Oleh : Fajar Widhiyanto / FW | Selasa, 17 April 2018 | 16:05 WIB
Kategori :

Perusahaan perhiasan emas terintegrasi PT Hartadinata Abadi Tbk, berencana akan membuka 100 toko emas baru untuk brand ACC hingga akhir tahun 2018, setelah pada per April tahun ini perseroan telah membuka 26 toko dengan brand ACC.

“Kami berencana memiliki tambahan toko baru sebanyak 200 toko untuk brand ACC hingga akhir tahun 2019, yang 60% di antaranya merupakan toko milik kami, dan sisanya 40% merupakan toko milik franchisee. Jadi hingga akhir tahun 2018 ini setidaknya kami akan membuka 100 toko baru untuk brand ACC,” kata Sandra Sunanto, Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk di Jakarta, Selasa 17 April 2018.

Dengan rencana ekspansi tersebut, perusahaan bakal membutuhkan dana segar sebanyak Rp300 miliar. Dana sebesar itu dibutuhkan setidaknya untuk membuka 100 toko baru ACC hingga akhir tahun 2018 ini. Menurut Sandra, untuk membuka satu  outlet ACC, dibutuhkan dana sebesar Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar tergantung dengan luas toko yang akan dibuka. “Biasanya untuk outlet ACC hanya dibutuhkan space yang kecil, 10 meter persegi pun bisa. Dan ingat, produknya sudah dari kami,” ujarnya.

Sejauh ini, perusahaan berkode HRTA di lantai bursa ini telah membuka 26 toko dengan brand ACC yang empat toko di antaranya merupakan toko franchisee, berikutnya 7 toko untuk brand Claudia Perfect Jewelry pun telah dibuka, dan sebuah outlet Celine Jewelry. “Dua toko ACC akan kita buka di Madura pada Mei tahun ini,” kata Sandra.

Terkait kebutuhan dana untuk rencana ekspansi tersebut, perusahaan pun berencana menerbitkan Medium Term Notes atau Obligasi, yang nilainya belum bisa ditetapkan saat ini. "Sejauh ini belum bisa dipastikan langkah mana yang akan kita ambil," ujar Sandra.

Bicara soal kinerja keuangan, pada tahun 2017 lalu HRTA berhasil mencatatkan kenaikan laba sebelum pajak sebesar 15,64% menjadi sebesar Rp 147 miliar. Sementara laba bersih tercatat sebesar Rp112 miliar. Total pendapatan tahun 2017 lalu tumbuh 13% menjadi Rp 2,482 triliun dibanding periode tahun sebelumnya.

Di tahun ini, perseroan pun mentargetkan bisa mencetak kenaikan penjualan sebesar 13% hingga 15%, dengan peningkatan laba sebesar 9%. Perseroan berharap menjelang Idul Fitri tahun ini, penjualan di periode menjelang lebaran bisa melonjak tiga kali lipat seperti tahun-tahun sebelumnya.

Terkait kondisi depresiasi rupiah terhadap dolar AS, menurut Sandra situasi ini berpengaruh pada harga emas yang bergerak naik. Jadi, kata Sandra, secara pencatatan akunting pendapatan Hartadinata mengalami kenaikan karena harga emas yang terus naik.

“Kalau dampak sales sebenarnya tidak terlalu besar, karena konsumen biasanya melakukan switching di saat harga emas tinggi, dari emas kadar tua ke kadar muda. Harga emas kadar tua sedikit turun penjualannya pada saat harga emas naik. Pasalnya masyarakat beralih ke emas kadar muda, karena emas kadar tua dinilai sudah cukup mahal,”, papar Sandra.

Untuk mendorong tingkat penjualan, HRTA telah melansir perhiasan emas lini terbaru bertema “Dari Hartadinata untk Indonesia”, yang terinspirasi dari kekayaan budaya dan alam Indonesia. Pada lini produk terbaru yang dibuat secara terbatas ini (limited edition), para desainer perhiasan HRTA membuat sejumlah perhiasan dengan tema alat musik nasional, senjata tradisional, motif-motif budaya suku tertentu hingga motif candi Borobudur.

Di tahun ini perseroan juga akan ikut serta dalam ajang pameran produk tahunan intenrasional terbesar di Indonesia, 12th Jakarta International Jewellery Fair 2018. “Sebagai satu-satunya perusahaan produsen dan penyedia perhiasan emas yang terdaftar di bursa efek, ajang ini adalah kesempatan untuk bertemu muka dengan konsumen, untuk bertukar informasi, sekaligus berdagang,” imbuh Sandra.

Perseroan saat ini memiliki pabrik perhiasan emas dengan kapasitas 2.500 kg, dan utilisasi saat ini tercatat baru sebesar 16%. Sandra optimistis seiring dengan pertumbuhan toko, utilisisi pasti akan meningkat karena pabrik akan memasok perhiasan untuk toko-toko milik perseroan. Jika bicara pangsa pasar, diakui Sandra toko milik HRTA belum memiliki pangsa yang besar. Namun jika market share produksi, HRTA disebutkannya telah menguasai 12%-15% pangsa pasar, menyusul upaya ekspansi perseroan pasca IPO.

 



Selengkapnya
 
MORE STORIES