PGV Tegaskan Komitmen Lingkungan Hijau i

Konsep ruko di tepi danau PGV Cimanggis.

Oleh : Edo Rusyanto / EDO | Senin, 5 Maret 2018 | 12:30 WIB
Kategori :

 

Jakarta –Podomoro Golt View (PGV) menegaskan komitmen untuk tetap menerapkan konsep kawasan hijau di proyek superblok seluas 60 hektare (ha) tersebut. Proyek besutan PT Graha Tunas Selaras, anak usaha PT Agung Podomoro Land Tkb (APL) ini, kelak diisi 37 ribu unit apartemen.

“APL tetap mempertahankan 40% dari areanya sebagai kawasan hijau,” kata Assistant Vice President Marketing Podomoro Golf View Alvin Andronicus, dalam publikasinya di Jakarta, Minggu (4/3).

Dia menjelaskan, di dalam kawasan terpadu PGV juga akan ditambah dengan taman bunga baru dan bukit hijau baru. Selain itu, dibangun Riverside Walk sepanjang 2 kilometer (km) di Sungai Cikeas seperti di San Antonio, Amerika Serikat atau Clarke Quay, Singapura.

“Di Riverside Walk nantinya menjadi area komersial berupa toko-toko di pinggir jalan raya boulevard serta thematic area untuk food and beverage,” ujarnya.

Alvin menjelaskan, sejak awal diluncurkan tahun 2016, PGV sudah memasarkan empat menara (tower) sebanyak 5.500 unit apartemen.

Tower 1, 2, dan 3 sebanyak 4.000 unit sudah melakukan penutupan atap (topping off). Sedangkan tower keempat sebanyak 1.500 unit yang mulai dipasarkan sejak pertengahan 2017, sudah terjual 30%.

Hunian di menara itu terdiri atas tiga tipe, yaitu studio 22 m2, 2 kamar 36-38 m2, dan 3 kamar 45 m2. Saat ini. Harga apartemen dibanderol Rp 11,5 juta/m2. Proyek terpadu ini nantinya akan dilengkapi sejumlah fasilitas, antara lain street mall, ruko, sarana pendidikan, dan area kuliner.

“Superblok ini juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang sesuai dengan gaya hidup eco living, seperti sarana olahraga outdoor, jogging track, sport center, dan instalasi-instalasi pengelolaan lingkungan yang berorientasi pada 3R (reduce, reuse, recycle),” ungkap Alvin.

 

Hunian Investasi

Sementara itu, kata Alvin, kawasan Cimanggis, Depok tempat berdirinya PGV kian menggeliat. Di kawasan Depok, hunian yang menjamur mulai dari rumah murah hingga apartemen berkelas. Hal ini didukung oleh rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk terus menggenjot pembangunan infrastruktur di kawasan ini.

Selain melakukan pembangunan infrastruktur, kata dia, Pemkot Depok saat ini juga berkomitmen untuk membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru dibeberapa wilayah seperti Sawangan, Cimanggis, Tapos, Cipayung, dan juga Citayam.
Lokasinya yang tidak begitu jauh dari Jakarta, serta kemudahan akses, baik jalan maupun moda transportasi, membuat kota ini sangat pas untuk menjadi alternatif pilihan untuk memilih hunian di luar Jakarta.

“Tidak hanya itu, moda transportasi yang kini sedang gencar dibangun, yakni Light Rail Transit (LRT) juga akan melintasi Depok. Rencananya salah satu stasiun LRT akan dibangun di Cimanggis,” ujar dia.

Dengan segala kemudahan akses yang ditawarkan, tentu masyarakat akan semakin tertarik untuk memiliki hunian di daerah ini. “Cimanggis merupakan kawasan yang baik untuk tempat tinggal maupun investasi,” kata dia.

Di sisi lain, tambah Alvin, tingginya serapan pasar di superblok PGV lantaran lokasinya dekat dengan fasilitas kereta ringan (light rail transit/LRT). Di samping itu, hanya perlu sekitar 25 menit ke Jakarta melalui jalan tol Jagorawi.

“PGV merupakan produk APL dengan konsep kota baru atau new city yang berlokasi di Cimanggis, Depok,” tukas dia.
Bagi Ketua DPD Real Estat Indonesia DKI Jakarta Amran Nukman, daerah pinggiran Jakarta masih tetap menjadi area kerja favorit pengembang berproduksi. Salah satunya karena masih bisa jualan rumah dengan harga berkisar Rp 300-500 jutaan per unit.

“Kisaran harga jual itu yang masih ada harapan terserap pasar,” kata dia, kepada Investor Daily, baru-baru ini.
Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) masih memikat pengembang properti menggulirkan proyek. Data BCI Asia memperlihatkan, tahun 2018, nilai konstruksi proyek hunian di kawasan berpenduduk sekitar 20 jutaan itu diprediksi melonjak sekitar 19% dibandingkan 2017, yakni menjadi sekitar Rp 61,42 triliun.

Kontribusi Jabodetabek terhadap nilai konstruksi gedung tahun 2018 menyentuh angka 38,99% terhadap nilai konstruksi nasional yang sekitar Rp 157,51 triliun. Kontribusi itu meningkat dibandingkan setahun sebelumnya yang bertengger di angka 33%.



Selengkapnya
 
MORE STORIES