KEK di Cikarang Akan Tingkatkan PDB Indonesia i

KEK Cikarang

Oleh : / GOR | Senin, 5 Maret 2018 | 18:03 WIB

CIKARANG – Badan Pusat Statistik melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia telah mencapai USD 1 triliun per tahun. Dengan semakin baiknya PDB, maka akan semakin menarik minat para investor untuk menanamkan modal di Indonesia.

Salah satu strategi pemerintah untuk menarik minat investor adalah dengan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

KEK dibentuk guna memberikan keistimewaan pada kawasan tertentu yang memiliki keunggulan geoekonomi dan geostrategis. Dengan menjadi KEK, di suatu wilayah pemerintah akan memberikan fasilitas dan insentif khusus sebagai daya tarik investasi.

Salah satu yang tengah dikaji pemerintah sebagai KEK adalah wilayah Cikarang. Cikarang sebagai jantung perekenomian Indonesia dan lokasinya sangat dekat dengan ibukota, memiliki potensi besar untuk meningkatkan PDB Indonesia. Hal ini karena Cikarang yang berada di Provinsi Jawa Barat memiliki sumbangan besar terhadap ekspor nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, seperti dilansir dari BPS. go.id, ekspor Indonesia pada Januari 2018 mengalami peningkatan sebesar 7,85% dibanding Januari 2017. Sumbangan terbesar terhadap ekspor nasional berasal dari Provinsi Jawa Barat sebesar USD 2.575 juta.

Dengan meningkatnya nilai ekspor, maka semakin tinggi pendapatan kas negara. Kota Cikarang yang dalam perencanaan menjadi KEK dibentuk untuk membantu memaksimalkan pusat kawasan ekonomi yang terintegrasi antara Jakarta dengan Jawa Barat.

Dengan KEK, nilai transaksi semua barang dan jasa di kawasan tersebut akan menjadi pendapatan nasional yang menstimulus peningkatan PDB Indonesia.

Selain kawasan industri, di masa mendatang Cikarang akan menjadi kota baru berskala internasional yang akan mendorong produktivitas masing-masing warganya. Hal itu akan mempengaruhi pendapatan per kapita masing-masing penduduk.

Kota modern di Cikarang juga akan membangun sumber daya manusia yang berkualitas dengan pendidikan berbasis teknologi dan berwawasan internasional. (*)



Selengkapnya
 
MORE STORIES