Pintu Tol Dibuka, Modern Cikande Kejar Penjualan Lahan Rp 1 Triliun i

Ki-ka: Erwin Wijaya selaku Sales & Marketing General Manager PT Modern Industrial Estate dan Pascall Wilson selaku Presiden Direktur PT Modern Industrial Estate saat memaparkan perkembangan terbaru perusahaannya.

Oleh : Mashud Toarik / MT | Kamis, 8 Maret 2018 | 21:13 WIB

Jakarta – Kawasan industri ModernCikande yang berada Cikande, Serang Banten menjadi salah satu kawasan industri yang diharapkan menyokong pertumbuhan investasi terutama di bagian Barat Jakarta. Pasalnya ModernCikande merupakan kawasan industri terbesar dengan fasilitas yang lengkap di wilayah tersebut.

Investasi yang masuk tentu saja akan mendorong terbukanya lapangan kerja yang lebih luas, dan pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

Selain fasilitas, posisi ModernCikande yang terletak di antara Balaraja dan Serang yang dapat diakses melalui tol Jakarta- Merak dan dilanjutkan melalui pintu tol Ciujung menjadi daya tarik khusus bagi pelaku industri memilih kawasan industri tersebut.

Dikatakan Presiden Direktur PT Modern Industrial Estate, Pascall Wilson kawasan industri ModernCikande didukung dengan akses kemudahan menuju tiga pelabuhan besar, Ciwandan, Cigading dan Merak Mas. Tak ayal menurutnya kawasan industri besutannya menjadi daya tarik bagi industri manufaktur, seperti industri baja, kimia dan makanan. Saat ini tercatat sudah ada 250 perusahaan aktif yang membangun usahanya di Kawasan Industri Modern Cikande.

"Kurang lebih 250 perusahaan yang memilih kawasan kami untuk investasi (terutama) di sektor manufaktur," ungkap Presiden Direktur PT Modern Industrial Estate, Pascall Wilson sebagaimana dikutip dari keterangan persnya, Kamis (8/3).

Dari 250 perusahaan yang membangun pabriknya di sana, 61% adalah perusahaan nasional. Sisanya adalah perusahaan asing yang datang dari berbagai negara seperti China, Singapura, Taiwan, Malaysia, Eropa dan Amerika.

Dia merinci, terdapat 6 kategori perusahaan manufaktur yang mendirikan pabriknya di Cikande, yaitu industri makanan dan minuman dengan porsi 40%, industri baja dan turunan dengan porsi 15%, industri otomotif dengan porsi 2%, serta industri kimia dan beberapa jenis industri lainnya seperti kertas, bahan pakan ternak, bahan bangunan dengan porsi 43%.

Pascall menambahkan dari 3.175 hektare total luas lahan yang ada di kawasan industri Cikande, baru 1.775 hektare yang sudah dikembangkan. Masih ada 1.400 hektare berupa tanah lowong yang ada di kawasan industri Cikande. "Kawasan Cikande salah satu kawasan paling tua dan paling besar di barat Jakarta," katanya.

Target Penjualan

Terkait prospek penjualan, meskipun tahun ini merupakan periode tahun politik, pengelola ModernCikande rupayanya tetap optimis penjualan lahan di Modern Cikande Industrial Estate akan tumbuh signifikan, dengan target Rp 1 triliun. Sementara tahun lalu, penjualan lahan kawasan industri ini tercatat Rp 700 miliar.

Erwin Wijaya, Sales & Marketing General Manager PT Modern Industrial Estate mengatakan yang menjadi unggulan perusahaan dalam meningkatkan penjualan lahan di Modern Cikande Industrial Estate ini menurut Erwin adalah hadirnya pintu tol Cikande yang akan segera diresmikan penggunaannya untuk umum.

"Pintu keluar tol ini jaraknya nanti tidak lebih dari 1 km dari pintu masuk kawasan industri Cikande. Kurang dari 3 menit sudah sampai ke kawasan kita. Ini akan menjadi kawasan pilihan utama di barat Jakarta. Karena waktu tempuhnya tidak sampai 1 jam. Dan di barat Jakarta cenderung tol nya lancar dibandingkan kita mau ke Cikarang macetnya minta ampun," tutur dia.

Setelah dibukanya pintu tol Cikande ini, Erwin memprediksi lonjakan demand untuk pembelian lahan di Modern Cikande Industrial Estate ini akan melonjak secara signifikan.

"Produk yang kami tawarkan adalah lahan industri siap bangun. Tidak ada ukuran yang standar tapi disesuaikan dengan kebutuhan investor. Dan di kawasan kami juga ada zoning seperti makanan dan minuman ini akan kita satukan menjadi kategori clean industri, tidak sama dengan peleburan baja karena mereka lebih polutif," tandasnya



Selengkapnya
 
MORE STORIES