Pengembang Kota Deltamas Bukukan Pendapatan Rp 1,33 Triliun i

Vice Presiden Director PT Puradelta Lestari (DMAS) Masahiro Koizumi (kiri) dan Direktur Independen DMAS Tondy Suwanto berbincang di kantor pemasaran Kawasan Industri Deltamas di Cikarang, Jawa Barat, Rabu, 14 September 2016. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Oleh : Mashud Toarik / MT | Jumat, 23 Maret 2018 | 12:14 WIB
Kategori :

Cikarang — Pengembang kawasan terintegrasi Kota Deltamas, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mengumumkan Laporan Keuangan yang telah diaudit untuk periode 31 Desember 2017.

Posisi pendapatan tercatat Rp 1,33 triliun, menunjukan penurunan dibandingkan posisi pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp 1,59 triliun.

Direktur Independen PT Puradelta Lestari Tbk, Tondy Suwanto menyatakan, kontributor pendapatan terbesar Perseroan disumbang oleh penjualan lahan industri yang mencapai Rp 1,07 triliun.

Adapun penjualan lahan yang dibukukan tadi, dikatakannya berasal dari pelanggan dengan bermacam sektor, seperti sektor terkait otomotif, farmasi, dan sanitasi. “Hal ini menegaskan kawasan industri Kota Deltamas, telah menjadi pilihan utama bagi perusahaan-perusahaan besar, baik domestik maupun asing”, ujarnya sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat (23/3).

Tondy Suwanto menambahkan bahwa di tahun 2017, Perseroan juga berhasil meningkatkan diversifikasi segmen usaha. “Sekitar 96,8% pendapatan usaha Perseroan di tahun 2016 disumbang oleh segmen industri. Di tahun 2017, segmen industri menyumbang 80,1% pendapatan usaha Perseroan”, jelas Tondy.

Pada masa datang, diakuinya segmen industri masih akan menjadi tulang punggung usaha DMAS, namun menurutnya pihaknya akan terus melakukan diversifikasi usaha, terutama pengembangan segmen hunian dan komersial sesuai dengan misi Perseroan untuk mengembangkan sebuah kawasan terpadu modern.

“Di tahun 2017, kami telah bekerjasama dengan PT Panahome Gobel Indonesia mendirikan ventura bersama PT Panahome Deltamas Indonesia untuk memperkuat segmen hunian di Kota Deltamas”, imbuhnya.

Secara rinci disampaikan, sepanjang 2017 pendapatan segmen industri tercatat Rp 1,07 triliun, sedangkan pendapatan segmen hunian dan komersial masing-masing mencapai Rp 122 miliar dan Rp 110 miliar. Di samping itu, pendapatan lain dari segmen hotel dan segmen sewa masing-masing mencapai Rp 30 miliar dan Rp 3 miliar.

Perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp 815 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan laba kotor di tahun sebelumnya sebesar Rp 896 miliar, seiring menurunnya pendapatan Perseroan.

Sedangkan laba usaha DMAS tercatat sebesar Rp 624 miliar, lebih rendah dibandingkan laba usaha di tahun sebelumnya sebesar Rp 724 miliar. Di tahun 2017, biaya operasional meningkat menjadi Rp 191 miliar dibandingkan biaya operasional di tahun 2016 yang mencapai Rp 172 miliar. Kenaikan biaya operasional ini terutama disebabkan oleh peningkatan biaya umum dan administrasi seiring dengan perkembangan usaha Perseroan.

Adapun posisi laba bersih tercatat sebesar Rp 657 miliar di tahun 2017, lebih rendah dibandingkan laba bersih di tahun sebelumnya sebesar Rp 757 miliar, seiring dengan penurunan laba usaha Perseroan.

Dari sisi fundamental, aset Perseroan per 31 Desember 2017 tercatat Rp7,47 triliun, lebih rendah dibandingkan aset Perseroan per 31 Desember 2016 sebesar Rp 7,80 triliun. Menurunnya jumlah aset terutama disebabkan menurunnya kas dan setara kas dari Rp 1,22 triliun per 31 Desember 2016 menjadi Rp 785 miliar per 31 Desember 2017.

Di tahun 2017 sendiri, Perseroan tercatat dua kali membagikan dividen tunai, masing-masing sebesar Rp 723 miliar di bulan Juni 2017 dan Rp 313 miliar di bulan Desember 2017. Adapun, liabilitas dan ekuitas Perseroan masing-masing tercatat sebesar Rp 465 miliar dan Rp 7 triliun.

“Perseroan tidak memiliki utang. Dengan posisi kas bersih yang sangat sehat, Perseroan terus berupaya untuk melakukan pengembangan Kota Deltamas untuk mewujudkan Kota Deltamas sebagai kawasan terpadu modern di timur Jakarta dengan memadukan kawasan industri, hunian, dan komersial,” tutup Tondy.



Selengkapnya
 
MORE STORIES