Pertama di Asia, 4 Layers Network Hanya di Meikarta i

Meikarta.

Oleh : / GOR | Selasa, 10 April 2018 | 23:51 WIB

CIKARANG – Menempuh perjalanan di kota besar pasti merasakan jalanan yang macet. Namun tidak dengan tinggal di kota Meikarta. Kota baru di Cikarang ini akan menjadi hunian jutaan komunitas yang akan memiliki jalanan yang bebas macet dan bersih.

Tak ada klakson kendaraan yang nyaring bunyinya. Inilah kota Meikarta yang memiliki solusi kemacetan dengan 4 layer network dan grid system.

Chief Marketing Officer Ferry Thahir menjelaskan alasan Meikarta akan menjadi kota bebas macet karena inovasi pembangunan 4 layers network dan grid system. “Grid system itu bebas macet. Jadi tidak ada jalan buntu jika terjadi kepadatan karena semuanya terkoneksi dengan jalanan yang lebih lancar”, ujar Ferry.

Menurut Ferry, Meikarta juga melengkapi kotanya dengan 4 layers network yakni dengan membagi jalur jalanan berdasarkan jenis kendaraan. Layer pertama jalanan akan ditempati oleh transportasi umum berbentuk APM (Automated People Mover).

Meikarta yang dikembangkan oleh Lippo Group akan menyiapkan transportasi internal APM yang dapat menghubungkan semua wilayah di Meikarta. Sehingga, penghuni bisa dengan mudah mencapai berbagai pusat kegiatan.

Lebih lanjut Ferry menjelaskan, layer kedua akan berisi jalur untuk kendaraan besar karena kendaraan jenis ini seperti truk dilarang untuk melintas di jalan umum. Layer ketiga akan berisi jalur kendaraan pribadi. Layer keempat khusus jalur pedestrian. Jadi dari hunian apartemen hanya berjalan kaki.

“Suasana pedestrian di Meikarta dipastikan akan rindang dan nyaman karena pepohonan yang besar didukung dengan bangunan hunian setinggi 40 hingga 50 lantai yang membuat terhindar dari sinar matahari”, jelas Ferry.

Tata kota Meikar ta dirancang menjadi kota internasional yang bebas macet. Pembangunan infrastruktur di Meikar ta akan memudahkan pergerakan kendaraan saat berpapasan atau saat berputar. Jalur jalan akan memiliki 3 jenis jalur, yakni 6 jalur selebar 30 meter, 8 jalur selebar 48 meter dan 10 lajur dengan lebar 60 meter.

Pembagian jalur jalan tersebut menyesuaikan dengan pemanfaatan ruang yang terbagi pada sejumlah kawasan strategis, seperti kawasan hunian, bisnis, pendidikan dan komersial.

Meikarta akan lebih inovatif dalam pembangunan infrastruktur karena akan berupaya penghuninya tidak merasakan kemacetan. Konsep tata kota yang indah di kota-kota besar di dunia seperti di Paris dan New York, akan diterapkan di Meikarta. Jalur jalan akan besar dan jumlahnya banyak. Sehingga, meski pada jam sibuk, mobilitas penghuni akan mudah dan cepat.

Indikator kota dengan masyarakat yang sehat adalah ketersediaan infrastuktur yang inovatif, sehingga mobilitas warga terhindar dari macet. Apalagi oksigen yang segar selalu tersedia di sepanjang jalan Meikarta karena keberadaan koleksi pepohonan yang rindang dan besar.

Karena itu, tak salah jika Meikarta akan menjadi kawasan dengan nilai investasi tinggi karena hanya di Meikarta pembangunannya dengan inovasi dan terobosan terbaru di Asia. (*)



Selengkapnya
 
MORE STORIES