Hingga 2020, Crown Group Investasi Rp 23,5 T i

logo Crown Group

Oleh : Laila Ramdhini / GOR | Minggu, 15 April 2018 | 14:59 WIB

JAKARTA - Crown Gorup menggelontorkan investasi senilai Rp 23,5 triliun hingga 2020 untuk menggarap proyek di Australia, Indonesia, dan Amerika Serikat. Investasi ini 90% berasal dari kas internal perusahaan.

Chief Executive Of ficer (CEO) Crown Group Iwan Sunito mengatakan, proyek yang akan digarap perusahaan di Indonesia yakni hunian vertikal di kawasan Jakarta Utara dan kawasan pusat Jakarta. Kedua proyek ini merupakan proyek pertama Crown di Indonesia.

“Kami siapkan investasi sekitar Rp 7 triliun untuk proyek di waterfront Jakarta dan satu proyek lagi,” kata Iwan.

Menurut dia, perusahaan akan meluncurkan proyek apartemen low rise setinggi 4 lantai ini pada 2019. Proyek ini merangkum 4.000-5.000 unit apartemen yang akan dipasarkan dengan kisaran harga Rp 30-35 juta/m2.

“Kami membidik market yang pertama konsumen asal Tiongkok, selanjutnya baru lokal (warga Indonesia) dan luar negeri,” kata Iwan.

Saat ini, Crown Group menyelesaikan berbagai kajian dan aspek legal mengenai pembangunan proyek tersebut.

“Ada sedikit kendala di masalah zonase tanah. Untuk itu kita akan segera menyelesaikannya,” kata dia.

Sementara itu, untuk menggarap proyek ini, Crown akan menggandeng perusahaan asal Jepang. “Bentuk kerja samanya joint venture dengan porsi 50:50. Kami berharap 2-3 minggu ke depan bisa signing,” kata dia.

Iwan mengatakan, proyek lainnya di Jakarta merupakan hunian yang membidik konsumen di kelas menengah. Meskipun belum mengungkapkan detail proyek tersebut, Iwan merinci perkiraan harga hunian mulai Rp 25 juta/m2.

“Kami akan membuat hunian dengan konsep lebih ergonomis, dan bergaya milenial,” kata dia.

Proyek Australia
Sementara itu, Iwan mengungkapkan, pihaknya juga akan segera meluncurkan dua proyek di Sydney Australia yakni East Lakes dan W48 tahun ini. Kedua proyek masing-masing bernilai Rp 10 triliun dan Rp 2 triliun.

Menurut Iwan, Crown Group bakal meluncurkan Eastlakes Live pada Juni 2018, termasuk di dalamnya 134 unit apartemen mewah mulai dari satu kamar tidur hingga penthouse dan 12 gerai ritel.

Iwan menyebut untuk kedua proyek di negeri Kangguru ini, pihaknya menargetkan konsumen dari dalam negeri sebesar 70%, dan sisanya merupakan pembeli luar.

“Pemerintah Australia punya kebijakan bahwa penjualan proyek ke warga negara asing tidak bisa lebih dari 50%,” katanya.

Selain proyek hunian, Crown Group juga bakal menggarap dua hotel di Sydney Australia. Kedua hotel yang bermerek Skye Hotel & Suites ini masing-masing berada di central business district (CBD) Sydney akan dibuka pada 2018 dan Green Square pada 2019.

“Hotel pertama kami di Paramatta, Sydney okupansinya sangat bagus, yakni 75-85 %. Kita harapkan di Sydney 85-90 persen okupansinya,” kata dia.

Optimisme ini dikarenakan kedua hotel tersebut berada di pusat kota Sydney yang merupakan keasan premium. “Di sana marketnya lebih banyak dari korporasi sampai wisatawan,” jelasnya.

Di sisi lain, dua proyek selanjutnya yang akan dibangun Crown Group berlokasi di Melbourne dan Brisbane diluncurkan pada 2019. Masing-masing proyek membutuhkan investasi Rp 1,5 triliun dan Rp 2 triliun.

Di Amerika Serikat, Crown Group akan membangun hunian di Los Angeles dengan investasi Rp 10 triliun. Proyek ini akan menjadi menara tertinggi yang dimiliki Crown.

Perusahaan akan membuat konsep kawasan hunian dan hiburan yang terintegrasi denganLA Live yang sedang berkembang.

“Sebetulnya orang tidak minat tinggal di LA, tapi dengan konsep LA Live, kota ini akan dibuat menarik seperti Beverly Hills. Bedanya, Beverly Hills untuk eksekutif yang berumur, nanti kalau LA Live akan menggaet pasar anak muda,” kata dia.



Selengkapnya
 
MORE STORIES