Refinancing Utang, PLN Siapkan Obligasi i

Dirut PLN Sofyan Basir

Oleh : Devie Kania / GOR | Kamis, 12 Oktober 2017 | 16:35 WIB

JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan menerbitkan obligasi baru pada 2018 untuk keperluan refinancing utang yang akan jatuh tempo. Perseroan menilai saat ini tingkat kupon obligasi korporasi terbilang cukup rendah, sehingga diyakini dapat membantu PLN untuk menyukseskan pengurangan beban biaya.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, perseroan tengah berupaya menjalankan efisiensi atas biaya yang perlu dikeluarkan. Untuk itu, salah satu strategi yang ditempuh adalah dengan melakukan profiling obligasi lama dengan menggantinya dengan obligasi baru. Selain untuk meraih tingkat kupon yang lebih rendah, manfaat lainnya adalah perpanjangan tenor pinjaman.

“Kami tengah giat melalukan reprofiling pinjaman obligasi. Pada sisa kuartal IV ini kalau bisa refinancing untuk pinjaman ya boleh, tapi sepertinya mepet sehingga perseroan mungkin akan mencoba tahun depan,” ujar Sofyan di Jakarta, Rabu (11/10).

Sejalan dengan rencana kembali menerbitkan obligasi baru untuk refinancing, ia mengaku masih membutuhkan waktu untuk mempelajari potensi ke depan. Baik dari indikator tingkat kupon ataupun kondisi pasar. “Dari obligasi yang akan jauh tempo tahun depan, kami akan coba pelajari lagi berapa nilai yang akan di-refinancing,”papar dia.

Berdasarkan kompilasi data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), pada 2018 terdapat dua surat utang PLN yang jatuh tempo. Secara spesifik, obligasi dengan mekanisme penawaran umum berkelanjutan (PUB) I tahap II tahun 2013 seri A yang sebesar Rp 593 miliar. Serta, terdapat sukuk ijarah berkelanjutan I tahap II tahun 2013 seri A yang sebesar Rp 321 miliar.

Tingkat kupon PUB I tahap II tahun 2013 yang akan jatuh tempo pada Desember 2018 tercatat sebesar 9%. Adapun, tingkat kupon yang sama juga PLN tawarkan untuk sukuk ijarah berkelanjutan I tahap II tahun 2013 seri A.

Mengenai refinancing, sejak awal tahun hingga Oktober 2017 PLN pun telah aktif melakukan reprofiling pinjaman obligasi. Berdasarkan data PLN, perusahaan pelat merah ini telah melakukan refinancing atas empat surat utang, yakni global bond II tranche A sebesar US$ 50 juta. Lalu, terdapat refinancing atas obligasi PLN XI 2010 seri A, PLN sukuk ijarah IV seri A Rp 130 miliar, PLN IX 2007 seri ARp1,5 triliun, dan PLN syariah ijarah II sebesar Rp 300 miliar.

Jika sebelumnya untuk global bond II tranche A, PLN menawarkan tingkat kupon 7,25%. Kemudian, obligasi PLN XI 2010 seri dan sukuk ijarah IV seri A masing-masing mencapai 11,95%, serta PLN IX 2007 seri, dan PLN syariah ijarah II tingkat kuponnya 10,40%. Namun dengan refinancing yang dilakukan PLN pada Mei dan Juli 2017, perseroan meraih tingkat kupon yang lebih rendah, yakni 4,12%, 8,10%, dan 8,50%. 



Selengkapnya
 
MORE STORIES