Mentan Jamin Tidak Ada Paceklik Pangan i

Andi Amran Sulaimen. (Sumber: twitter)

Oleh : Tri Listiyarini / GOR | Kamis, 12 Oktober 2017 | 17:22 WIB

JAKARTA- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan panen padi pada musim ketiga tahun ini, yakni Oktober-Desember 2017, mencapai 1 juta hektare (ha) per bulan dengan beras yang dihasilkan mencapai 3 juta ton per bulan. Dengan demikian, Indonesia ke depan dijamin tidak terjadi paceklik pangan terutama beras.

Menurut Amran, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kebutuhan beras nasional per bulan sebanyak 2,40 juta ton. Karena itu, sebanyak 3 juta ton beras per bulan yang dihasilkan dipastikan mampu menjamin stok beras nasional, sehingga Indonesia mampu memenuhi sendiri kebutuhan beras bahkan bisa surplus 600 ribu ton.

"Logikanya adalah kalau 1 juta ha dikali 6 ton per ha maka diperoleh 6 juta ton gabah. Dibagi dua, jadi 3 juta ton beras, kebutuhan kita 2,4 juta ton dan berarti surplus. Ini adalah panen ketiga kita. Kita mulai panen Oktober, November, dan Desember. Jadi tidak ada paceklik,” paparnya.

Dia mengatakan, upaya untuk meningkatkan produksi padi yakni dengan menanam padi dua kali lipat. Kemudian, melalui penggunaan alat mesin pertanian dengan pompanisasi dan alat musim pertanian juga dapat mempercepat tanam dan masa panen padi.

"Yang terpenting sekarang sudah hujan. Kalau sudah hujan, kita sudah tanam. Artinya, nanti Januari sudah bisa panen yang lebih besar lagi. Kita bersyukur, hujannya datang. Kunci agar tidak paceklik adalah kita menanam 1 juta ha pada Juli, Agustus, September, yang mana 70 tahun yang lalu itu sampai 2014 hanya tanam 50%, yaitu 500 ribu ha saat Juli, Agustus, dan September," kata Amran seperti dilansir situs resmi Kementan, kemarin.

Amran mengatakan itu saat panen padi bersama Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo sekaligus kunjungan kerja ke Desa Medanglayang, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (9/10). Amran menambahkan, kondisi stok beras di Bulog saat ini mencapai 1,52 juta ton. Stok ini mampu memenuhi kebutuhan beras hingga tujuh bulan ke depan yakni April 2018. “Kemudian, pada Februari hingga April 2018 akan berlangsung panen raya padi, sehingga ketersediaan beras bertambah,” tuturnya.

Untuk diketahui, berdasarkan informasi di laman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi hujan. Misalnya, di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Jambi, Lampung, Jawa Barat, DIY, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTB, Maluku, Maluku Utara, semua wilayah Sulawesi, Papua Barat dan Papua. 



Selengkapnya
 
MORE STORIES