Wadah Edukasi PBK Hadir di Kampus Unsri i

Peresmian kerja sama program Futures Trading Learning Center (FTLC) antara Universitas Sriwijaya dengan Jakarta Futures Exchange (JFX), PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) dan PT Rifan Financindo Berjangka (RFB), yang disaksikan oleh Kepala Bappebti Bachrul Chairi, di Palembang, Jumat, 13 Oktober 2017.

Oleh : Feriawan Hidayat / FER | Jumat, 13 Oktober 2017 | 23:25 WIB
Kategori : Ekonomi, Pasar Modal, Properti, Perbankan, Asuransi, Startup, Internasional

Palembang - Jakarta Futures Exchange (JFX), PT Kliring Berjangka Indonesia Persero (KBI) dan PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Universitas Sriwijaya (Unsri) mengenai pendirian Futures Trading Learning Center (FTLC) di Kampus Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (13/10).

FTLC sendiri merupakan pusat kegiatan pembelajaran dan pemahaman dini perihal industri perdagangan berjangka komoditi (PBK) bagi kalangan sivitas akademika (bagi mahasiswa maupun staf pengajar). Wadah ini menyelenggarakan ragam kegiatan yang bersifat edukatif, sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab JFX dalam inisiatif edukasi dan sosialisasi PBK di Indonesia.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Bachrul Chairi mengatakan, kemajuan industri dan perekonomian suatu negara sangat tergantung pada kualitas dan integritas dari SDM yang dihasilkan oleh suatu institusi pendidikan.

"Dalam proses tersebut, industri merupakan suatu elemen yang menjadi kontributor keilmuan dalam hal best practices bagi lembaga pendidikan. Kemitraan strategis antara kampus dan industri akan menghasilkan sinergi yang positif bagi industri PBK secara khusus dan perekonomian secara umum," kata Bachrul.

Dirut JFX, Paulus Lumintang menambahkan, Unsri merupakan kampus ke-20 di Indonesia yang memiliki wadah FTLC. "Selanjutnya FTLC juga akan dibuka di beberapa kampus negeri dan swasta di Surabaya, Jakarta dan Bali. Target JFX dan KBI sepanjang tahun 2017 adalah sebanyak 22 FTLC," ungkap Paulus.

Sementara itu, CBO PT Rifan Financindo Berjangka, Teddy Prasetya mengatakan, pihaknya mendukung pengenalan industri PBK di lingkungan kampus bekerja sama dengan Unsri.

"Harapannya, dunia pendidikan terutama mahasiswa dapat mengenal dan memahami tentang industri PBK sehingga banyak SDM dari kampus yang turut serta membesarkan industri ini. Semoga kurikulum khusus PBK bisa masuk di Unsri terutama Fakultas Ekonomi, serta Universitas lainnya," jelasnya.

Menurut Teddy, pihaknya percaya bahwa sumber daya manusia (SDM) merupakan aset utama dalam pertumbuhan suatu industri. "Untuk ke depan, diharapkan lebih banyak peran mahasiswa, sarjana dan pasca sarjana yang menulis dan melakukan penelitian di bidang PBK," pungkasnya.

Kehadiran FTLC, kata Teddy, merupakan jembatan (bridge) antara kampus sebagai ranah para akademisi dengan industri sebagai ranah para praktisi. Keberadaan FTLC, lanjut dia, merupakan enabler harmonisasi antara dunia pendidikan yang menyediakan SDM dengan industri yang menyediakan lapangan pekerjaan.

"Keberadaan FTLC di kampus akan memperkecil perception gap yang selama ini terjadi di antara industri dengan pendidikan, khususnya dalam industri PBK," tambahnya.



Selengkapnya
 
MORE STORIES