Fluktuasi Nilai Tukar, Marein Jaga Keseimbangan Aset dan Kewajiban i

PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (Marein) menyepakati pembagian dividen sebesar Rp 55 per lembar usai RUPST di Jakarta (16/5). (Ki-Ka) Sutadi (direktur), Trinita Situmeang (direktur), Robby Loho (presiden direktur), Yanto Wibisono (direktur/corsec)

Oleh : Windarto / WDR | Rabu, 16 Mei 2018 | 22:45 WIB
Kategori :

Jakarta-PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (Marein) tidak terlalu khawatir dengan kewajiban klaim perusahaan yang berdenominasi US Dolar seiring penguatan nilai tukar tersebut terhadap rupiah dalam beberapa pekan terakhir. Direktur dan Corporate Secretary Marein Yanto J Wibisono menuturkan, selain pertanggungan dalam nilai tukar US Dolar tidak terlalu besar, perusahaan senantiasa menjaga keseimbangan aset dan liabilities termasuk untuk risiko-risiko yang dibayarkan dalam nilai tukar asing (US Dolar). “Tidak ada mismatch di Marein, karena prinsipnya di aset dan liability. Liabilites-nya selain dari sifat (pertanggungan), juga dari sisi mata uangnya sudah disesuaikan. Jadi mau naik berapapun tidak masalah,” tuturnya usai RUPST di Jakarta (16/5).


Strategi keseimbangan itu pun diterapkan dalam pengelolaan investasi. Marein, kata Yanto, membedakan penempatan aset untuk pertanggungan asuransi jiwa dan umum pada instrumen yang sesuai dengan risiko, sehingga aset-aset itu bisa menutup kewajiban perusahaan dengan tetap memperhatikan regulasi dan yield. Karena itu, Marein tidak terlalu cemas terjadi mismatch dengan pergerakan bursa yang sedang berfluktuasi seperti saat ini. Penempatan investasi terbesar saat ini pada deposito (60%), sisanya pada obligasi pemerintah dan korporasi (30-35%), reksa dana dan ekuity (10-12%), dan properti (7-8%). Ke depan, porsi deposito diharapkan bisa turun menjadi 40%-an dan non deposito 60%.


Tahun ini Marein menargetkan memperoleh pendapatan premi sebesar Rp 2,3 triliun, naik dari perolehan tahun 2017 yang sebesar Rp 1,8 triliun. Salah satu optimisme kenaikan tersebut adalah tambahan kapasitas yang dihasilkan dari right issue akhir tahun, diantaranya digunakan untuk memperkuat permodalan. Menurut Yanto, hingga triwulan pertama tahun ini, premi yang dihasilkan tumbuh 12% (yoy), hasil underwriting naik 27%, laba bersih naik 60%.


Dalam RUPST tersebut juga disepakati pembagian dividen sebesar 17,68%, cadangan umum 3,21%, laba ditahan 79,9% dari laba bersih perusahaan yang tercatat sebesar Rp 161,1 miliar. Catatan penting juga diperoleh Marein dengan dinaikkannya rating perusahaan oleh Fitch Ratings Indonesia dari A+ (idn) menjadi AA-(idn).



Selengkapnya
 
MORE STORIES