PPRO Putuskan Bagi Dividen Tunai 20% dari Laba i

Dari kiri ke kanan Direktur Keuangan dan SDM Indaryanto, Direktur Utama Taufik Hidayat, Komisaris Utama Lukman Hidayat, Komisaris Betty Ariana dan Komisaris Independen M. Farela berfoto selfie usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT PP Properti di Jakarta, Selasa (17/4/2018). PPRO membagikan dividen sebesar Rp. 88 miliar, atau 20% dari laba bersih tahun 2017. Sepanjang tahun 2017, PPRO membukukan laba bersih Rp444 miliar atau meningkat sebesar 21% secara year on year sebesar Rp366 miliar. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Oleh : Mashud Toarik / MT | Selasa, 17 April 2018 | 14:26 WIB
Kategori :

Jakarta – Pengembang properti, PT PP Properti Tbk (PPRO) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2017. Dalam RUPST yang digelar di Plaza PP, Jakarta hari ini, pemegang saham PPRO sepakat untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 88 miliar atau setara dengan 20% dari perolehan laba bersih tahun 2017.

Sepanjang tahun 2017, PPRO membukukan laba bersih Rp444 miliar atau meningkat sebesar 21% dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp366 miliar. Kenaikan laba ini ditopang oleh peningkatan marketing sales yang meningkat 21% menjadi sebesar Rp3,01 triliun dari tahun 2016 sebesar Rp2,49 triliun.

Marketing sales itu didukung oleh positifnya permintaan dari beberapa proyek PPRO antara lain Grand Kamala lagoon (24%), Grand Shamaya (18%), Apartemen Begawan (9%), Grand Dharmahusada Lagoon (5%), Gunung Putri Square (5%), The Ayoma (4%) dan beberapa proyek realti serta proyek komersial lainnya.

Marketing sales yang naik 21% dibandingkan dengan tahun sebelumnya membuktikan kepercayaan pasar yang tinggi terhadap produk – produk PPRO,” ujar Taufik Hidayat, Direktur Utama PPRO usai RUPST tersebut, Selasa, (17/4).

Sementara untuk tahun ini, Taufik mengatakan pihaknya akan fokus melakukan pengembangan landbank yang sudah ada, termasuk pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di lahan PT. KAI serta peningkatan pendapatan berulang (recurring income) melalui pembangunan hotel di Surabaya dan Lombok serta pembangunan Mall di Surabaya. Sebagai catatan, pada 2017 recurring income PPRO tercatat 8%, dan dalam 2-3 tahun mendatang ditargetkan bisa mencapai angka 15% dari total revenue.

Adapun target pencapaian laba di tahun 2018 sekitar Rp528 miliar dengan sasaran marketing sales Rp 3,8 triliun. “Sampai dengan kuartal I 2018, untuk marketing sales telah tercapai sekitar 20% dari target Rp 3,8 triliun. Kami yakin komitmen PPRO ke shareholders akan terpenuhi”, ujarnya.

Untuk mencapai target marketing sales tersebut, PPRO menurutnya akan melakukan akselerasi penjualan dengan cara bulk selling ke beberapa institusi serta melakukan sejumlah inovasi pada produk-produk. “Ada potensi penjualan bulk sales hingga Rp 2,5 triliun tahun ini,” imbuhnya.

Dengan upaya tersebut, manajemen PPRO yakin kinerja positif yang telah dicapai dalam beberapa tahun terakhir dapat dipertahankan di masa mendatang. Apalagi, situasi perekonomian terus membaik sehingga dapat memacu permintaan terhadap produk properti perseroan yang unik dan inovatif.



Selengkapnya
 
MORE STORIES