Presiden: Angka Kemiskinan Dapat Turun ke Satu Digit i

Ilustrasi Kemiskinan dan Pengangguran

Oleh : Kunradus Aliandu / GOR | Rabu, 16 Mei 2018 | 22:08 WIB

JAKARTA – Presiden Joko Widodo optimistis angka kemiskinan di Indonesia akan turun hingga menjadi hanya satu digit dengan terlaksananya berbagai program terutama Program Keluarga Harapan (PKH) .

"Angka kemiskinan kita akan di bawah dua digit, masuk ke satu digit, target kita ke sana," kata Presiden Jokowi saat menghadiri Lokakarya Nasional Anggota DPRD dari PPP, di kawasan Ancol Jakarta, Selasa (15/5).

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan angka kemiskinan pada 2017 menjadi 10,12% atau turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 10,64%.

Jokowi mengatakan, PKH sering tidak disebut dalam keseharian. Padahal, pada 2017, program itu sudah diberikan kepada enam juta keluarga penerima manfaat.

"Tahun ini 10 juta keluarga yang akan kita berikan dengan pendampingan yang baik. Ini kita perkirakan kalau sudah keluar semuanya, kemiskinan kita akan di bawah dua digit, masuk ke satu digit," kata Jokowi seperti dikutip Antara.

Presiden juga menyebutkan pemerintah sudah mengeluarkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 18 juta anak dari keluarga tidak mampu, termasuk untuk anak yatim sebanyak sekitar 890.000 anak. "Dengan itu mereka bisa bersekolah mulai SD, SMP, SMA/ SMK," kata dia.

Sementara untuk kartu Indonesia Sehat (KIS) sudah dikeluarkan 93 juta. Dengan begitu masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan di puskesmas, rumah sakit (RS), dan tidak dipungut biaya. "Saya pernah cek di RS, saya masuk di kelas 3. Berapa persen yang gunakan KIS? Waktu saya cek, 96% mereka gunakan kartu itu. Artinya kartu ini sangat bermanfaat bagi masyarakat," kata dia.

Presiden menyebutkan program tidak hanya urusan infrastruktur. "Tapi juga bidang berkaitan dengan sosial, tidak dalam bentuk uang tapi dalam perbaikan sistem pendidikan dan kesehatan," kata Presiden.



Selengkapnya
 
MORE STORIES