OJK dan Bank Dunia akan Bentuk ‘Investor Group’
JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah merancang pembentukan Investor Group bekerja sama dengan World Bank. Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor regional maupun global melalui jalur komunikasi yang lebih terbuka.
Pjs. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa inisiatif tersebut akan menjadi saluran komunikasi langsung antara investor kakap dengan regulator dan otoritas pasar modal secara periodik.
"Minggu lalu, kami sudah melakukan pertemuan khusus dengan pihak World Bank yang mungkin pada saatnya nanti kami akan rumuskan, akan ada semacam investor group yang setiap periodenya akan dapat melakukan komunikasi langsung dengan regulator, otoritas, dan usaha di industri pasar modal kita," ungkap Hasan saat konferensi pers di Gedung BEI, Senin (9/2/2026).
Hasan menjelaskan, forum ini nantinya berfungsi untuk merespons secara cepat segala kekhawatiran investor global maupun menyampaikan rencana aksi korporasi strategis secara langsung. Selain itu, OJK mendorong peran aktif investment bankers untuk mempromosikan pasar modal Indonesia melalui kegiatan roadshow yang terukur.
“Nantinya dapat melibatkan kami sebagai sumber informasi yang dapat secara valid menyuarakan perkembangan terakhir kepada calon-calon investor terutama di regional dan global,” tambah Hasan.
Guna memperkuat ekosistem investasi, OJK juga akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah dalam menawarkan potensi investasi dalam negeri. Sinergi ini diharapkan mampu menjadikan pasar modal sebagai sarana penggalangan dana yang efektif untuk pembangunan nasional.
Hasan memastikan bahwa seluruh praktik dan regulasi pasar modal Indonesia terus diselaraskan dengan standar internasional yang ditetapkan oleh International Organization of Securities Commissions (IOSCO) guna menjamin integritas pasar.
Bersamaan dengan rencana tersebut, OJK bersama BEI dan KSEI telah menyiapkan delapan rencana aksi reformasi integritas pasar modal yang bersifat komprehensif, berkelanjutan, jelas, dan terukur.
“Dengan pendekatan ini, OJK ingin memastikan bahwa percepatan reformasi integritas pasar modal bukan hanya menjadi respons jangka pendek, tetapi menjadi agenda penguatan fondasi struktural bagi pasar modal Indonesia yang solid, terpercaya, dan kompetitif secara global,” kata Hasan.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





