Investor Boncos, Saham Ini Jadi Biang Kerok
JAKARTA, investor.id - Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar sepekan terakhir.
Harga sahamnya ambles dari 18% hingga 26% sepanjang periode perdagangan 4-8 Mei 2026. Di antaranya, PBSA dan ELPI yang juga masuk daftar top losers.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan mengalami peningkatan sebesar 0,18% dan ditutup pada level 6.969,39 dari 6.956,8 pada pekan lalu.
Kapitalisasi pasar atau market cap BEI turut meningkat sebesar 0,19% menjadi Rp 12.406 triliun dari Rp 12.382 triliun pada pekan sebelumnya, naik Rp 24 triliun.
Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini yang naik sebesar 23,57% menjadi 45,86 miliar saham dari 37,11 miliar saham pada pekan sebelumnya.
Rata-rata nilai transaksi harian juga meningkat sebesar 26,14% menjadi Rp 23,06 triliun dari Rp 18,27 triliun pada pekan sebelumnya.
Rata-rata frekuensi transaksi harian turut mengalami kenaikan sebesar 9% menjadi 2,55 juta kali transaksi dari 2,34 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Adapun investor asing pada hari Jumat mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 11,42 triliun, sedangkan sepanjang tahun 2026 investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 37,61 triliun.
Saham Top Losers
Sementara itu, sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah dan masuk daftar top losers selama perdagangan pekan ini.
Di antara kesepuluh saham top losers tersebut, ada PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) dan PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI). Harga saham PBSA ambles 26,09% menjadi Rp 1.150 dari Rp 850, sedangkan ELPI anjlok 24,35% menjadi Rp 1.445 dari Rp 1.910.
Ada pula saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) ambrol 20,8% menjadi Rp 5.425, PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) terpangkas 20,6% menjadi Rp 100, dan PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL) jeblok 19% menjadi Rp 81.
Baca Juga:
Deretan Saham yang Jadi Bulan-bulananKemudian, saham PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) tergelincir 18,92% menjadi Rp 300, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melemah 18,89% menjadi Rp 1.310, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turun 18,75% menjadi Rp 9.425.
Selanjutnya, saham PT Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM) jatuh 18,7% menjadi Rp 500 dan PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) terpangkas 18,6% menjadi Rp 109.
Editor: Erta Darwati
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Tag Terpopuler
Terpopuler






