Data Pengguna Indonesia Bocor, Facebook Terancam Denda Hingga Rp 12 M i

Rudiantara.

Oleh : Herman / YUD | Kamis, 5 April 2018 | 16:13 WIB

Jakarta - Kasus penyalahgunaan data pengguna Facebook ternyata tidak hanya terjadi di Amerika Serikat (AS). Dalam blog resmi Facebook yang ditulis oleh Chief Technology Officer Facebook, Mike Schroepfer, terungkap bahwa data-data yang disalahgunakan tersebut juga berasal dari pengguna lainnya di luar AS, termasuk Indonesia. Totalnya pun bukan 50 juta seperti yang sebelumnya diungkapkan, melainkan 87 juta.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara menyampaikan, sejak kasus ini mencuat, dirinya langsung menghubungi pihak Facebook untuk meminta penjelasan terkait kemungkinan adanya data-data pengguna Facebook di Indonesia yang juga ikut disalahgunakan.

"Sejak kasus Facebook dan Cambridge Analytica merebak, Kominfo sudah mengubungi Facebook, bahkan saya telepon sendiri Facebook sejak 10 hari yang lalu," kata Menkominfo melalui pesan singkat yang diterima Beritasatu.com, Kamis (5/4).

Dalam kesempatan tersebut, Rudiantara menanyakan apakah ada data pengguna Facebook di Indonesia yang telah disalahgunakan oleh Cambridge Analytica. Jika ada, berapa banyak data yang disalahgunakan tersebut.

"Saya juga meminta jaminan Facebook sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk comply dengan Peraturan Menteri Kominfo Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi," bebernya.

Menurut Rudiantara, memang ada indikasi data pengguna Facebook Indonesia menjadi bagian data case Cambridge Analytica. Pihak Kominfo pun saat ini sedang meminta angka pastinya. Terlepas dari hasilnya nanti, Menkominfo menegaskan penggunaan data tidak proper oleh PSE bisa melanggar PM Kominfo tentang Perlindungan Data Pribadi maupun Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Sangsinya, bisa mulai dari sanksi administrasi, sanksi hukuman badan sampai 12 tahun, dan sanksi denda sampai Rp 12 miliar. Kami juga sudah mulai berkoordinasi dengan teman-teman Polri mengantisipasi diperlukannya penegakan hukum secepatnya," ungkap Rudiantara.

Dari data yang disampaikan Facebook, sebagian besar data pengguna yang disalahgunakan berada di Amerika Serikat dengan jumlah 70.632.350 (81,6%). Urutan kedua Filipina sebanyak 1.175.870 (1,3%). Yang mengejutkan, Indonesia berada di peringkat ketiga sebanyak 1.096.666 (1,2%). Data pengguna Facebook lainnya yang juga disalahgunakan oleh Cambridge Analytica berasal dari Inggris, Meksiko, Kanada, India, Brasil, Vietnam, dan Australia.



Selengkapnya
 
MORE STORIES