Kemajuan Teknologi Berimbas Perilaku Digital Milenial i

Komunitas Neuronesia menggelar acara seminar dan diskusi panel "Manusia 4.0 Digital Millennial Brains" di Jakarta, Sabtu (7/4).

Oleh : Feriawan Hidayat / FER | Sabtu, 7 April 2018 | 21:12 WIB
Kategori :

Jakarta - Kemajuan teknologi yang sangat pesat, khususnya di bidang teknologi informasi, seperti internet of things, smart city, big data, dan artificial intelligence (AI) memberikan dampak terhadap perubahan lingkungan yang bersifat vilatility, uncertainity, complexity dan ambiguity (VUCA).

Board of Honor Neuronesia Community, 
Dr dr Tauhid Nur Azhar SKed MKes saat memberikan materi dalam seminar dan diskusi panel "Manusia 4.0 Digital Millennial Brains" yang diselenggarakan oleh Komunitas Neuronesia, di Jakarta, Sabtu (7/4).

Co-Founder dan CEO PT Neuronesia Neurosains Indonesia, Bambang Iman Santoso ST MM,  mengatakan, tidak saja mengubah gaya hidup manusia dari generasi ke generasi, kemajuan teknologi ikut berimbas terhadap cara pandang, cara berpikir, dan akselerasi neuron otak dalam merespon setiap perubahan dan kemajuan teknologi informasi tersebut.

"Melalui ilmu neurosains dan disiplin ilmu lainnya, diharapkan dapat membantu menjelaskan proses perubahan yang terjadi secara ilmiah, sekaligus menyampaikannya kepada masyarakat awam dengan bahasa yang membumi," ujar Bambang di sela acara seminar dan diskusi panel "Manusia 4.0 Digital Millennial Brains" di Hotel Diradja, Jakarta Selatan, Sabtu (7/4).

Bambang mengatakan, selain mengingatkan kembali berdirinya Komunitas Neuronesia, seminar ini juga ingin membahas dampak kemajuan teknologi dan perubahan lingkungan yang VUCA terhadap otak, pikiran dan perilaku.

"Komunitas Neuronesia ingin membahas respon otak, pikiran dan perilaku terhadap perubahan kemajuan teknologi di masing-masing generasi. Sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya ilmu neurosains terutama dalam era zaman now yang bersifat disruptif," kata Bambang.



Selengkapnya
 
MORE STORIES