Berantas Konten Hoax, Kaskus Manfaatkan Teknologi AI i

Pendiri Kaskus, Andrew Darwis (kiri) bersama CEO Kaskus, Edi Taslim (kanan).

Oleh : Herman / YUD | Senin, 9 April 2018 | 19:06 WIB

Jakarta - Sebagai platform diskusi terbesar dengan basis user generated content, sebagian besar konten di Kaskus berasal dari para penggunanya atau yang sering disebut Kaskuser. Supaya konten-konten yang dibagikan tersebut tidak menjurus ke berita bohong atau hoax, Kaskus sejak 2017 telah memanfaatkan teknologi machine learning dan Artificial Intelligence (AI).

Pendiri Kaskus, Andrew Darwis menyampaikan, melalui pemanfaatan teknologi AI, konten hoax akan lebih mudah dideteksi, begitu juga dengan konten-konten yang merupakan hasil copy-paste dari sumber lain.

"Teknologi AI ini memang kita gunakan untuk memberantas hoax dan mendeteksi konten yang copy-paste dari sumber lain. Tujuannya untuk membantu moderator agar bisa memonitor forum diskusi," ujar Andrew Darwis, di kantor Kaskus, Jakarta, Senin (9/4).

Andrew memaparkan, setiap harinya ada sekitar 10.000 thread dan reply yang harus diawasi oleh para moderator. Tanpa bantuan teknologi AI dan machine learning, tentunya akan sulit mengawasi konten-konten yang melanggar tersebut. Apalagi menjelang Pemilu Presiden, di mana peredaran berita hoax biasanya akan semakin meningkat.

"Teknologi AI yang kita gunakan ini juga bisa membandingkan sebuah konten dengan beberapa berita lain dari situs yang terpercaya. Nantinya akan ada scoring system, apakah konten tersebut hoax atau tidak," tutur Andrew.

Ditambahkan oleh CEO Kaskus, Edi Taslim, content policy di Kaskus juga akan terus diperbaiki. Tidak akan ada lagi ruang untuk konten-konten terkait SARA, pornografi, dan konten-konten lainnya yang melanggar Undang-Undang. "Kalau sebelumnya mungkin kita agak longgar, sekarang kita akan lebih tegas, supaya ke depanya konten-konten yang ditampilkan di Kaskus hanya konten yang positif," tegas Edi Taslim.



Selengkapnya
 
MORE STORIES