Kemristekdikti Danai 144 Startup Teknologi di 2018 i

Mohamad Nasir.

Oleh : Ari Supriyanti Rikin / YUD | Selasa, 10 April 2018 | 17:43 WIB

Jakarta - Tahun 2018, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) memberi pendanaan dan pendampingan kepada 144 perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT) atau startup teknologi. Dalam satu dekade ini startup teknologi menjadi primadona baru di dunia industri Indonesia.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan, PPBT yang diberi pendampingan dan pendanaan adalah yang inovasinya sudah siap di skala industri dan benar-benar dibutuhkan masyarakat.

"Penelitian diarahkan sesuai kebutuhan industri masyarakat. Sehingga ada efisiensi ketika prototipe dan inovasi yang dihasilkan sesuai kebutuhan industri dan masyarakat," katanya di sela-sela PPBT Business Camp 2018, di Jakarta, Selasa (10/4).

Saat ini lanjutnya, Indonesia menghadapi tantangan industri yang semakin kompleks dan kompetitif. Dalam era revolusi industri 4.0 ini, inovasi teknologi dan sumber daya manusia yang unggul adalah kunci menentukan daya saing bangsa.

"Negara yang menang dan berdaya saing bukan negara dengan jumlah penduduk besar, atau kaya raya tetapi negara yang punya inovasi," ujarnya.

Dalam rangka menghadapi era revolusi industri 4.0 dan untuk menumbuhkembangkan PPBT maka Kemristekdikti melakukan proses inkubasi oleh Lembaga Inkubator Bisnis. Program yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi ini telah berjalan sejak tahun 2015. Pada akhir 2019 ditargetkan tumbuh 1000 startup teknologi.

Terkait riset yang tepat guna pun lanjut Nasir, Kemristekdikti menyusun Rencana Induk Riset Nasional yang memiliki 10 bidang fokus. Bidang tersebut yakni pangan pertanian, kesehatan dan obat, informasi dan komunikasi, transportasi, material maju nanoteknologi, pertahanan keamanan, energi baru terbarukan, kemaritiman, kebencanaan sosial pendidikan dan budaya.

Para startup teknologi ini, selain mendapat pendampingan juga bantuan dana senilai Rp 300-450 juta per startup teknologi.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemristekdikti Jumain Appe mengatakan, adanya pendampingan selama 8 bulan bagi startup dimaksudkan agar pelaksanaan pengembangan bisnis berbasis teknologi benar-benar berjalan sesuai dengan kaidah kelayakan teknologi dan kelayakan bisnis.

"Memang banyak penemu atau inovator tapi belum berpengalaman dalam bisnis. Di sini dilatih oleh berbagai pakar terutama yang sudah berhasil di dalam PPBT dan menghasilkan startup teknologi," paparnya.

Tahun 2015 Kemristekdikti mendorong 52 startup, 2016 ada 151 startup dan 2017 sebanyak 458 startup teknologi. Para startup yang terpilih ini sudah melalui proses seleksi



Selengkapnya
 
MORE STORIES