Fujifilm Fair, Bukti Bisnis Cetak Foto Masih Menjanjikan i

Fujifilm Fair yang digelar di Pullman Hotel, Jakarta, 10 April 2018.

Oleh : Herman / YUD | Selasa, 10 April 2018 | 19:34 WIB
Kategori :

Jakarta - PT. Fujifilm Indonesia kembali mengadakan acara tahunan yaitu Fujifilm Fair yang diselenggarakan di Jakarta pada 10 April 2018. Selain di Jakarta, Fujifilm Fair juga akan diadakan di Surabaya pada 13 April 2018 dan di Makassar pada 3 Mei 2018.

Presiden Direktur PT Fujifilm Indonesia, Noriyuki Kawakubo menyampaikan, Fujifilm Fair 2018 bertujuan untuk mengedukasi audiens yang kebanyakan pelaku bisnis cetak foto mengenai hasil observasi Fujifilm bahwa animo bisnis cetak foto sampai kini masih dilirik oleh banyak kalangan, memberikan insight mengenai strategi bisnis toko foto, sekaligus memperlihatkan kecanggihan berbagai produk Photo Imaging dari Fujifilm.

"Sampai saat ini, Photo Imaging masih merupakan salah satu lini bisnis yang memegang peranan penting di Fujifilm. Kami senantiasa melakukan riset dan pengembangan terhadap produk kami, serta selalu beradaptasi dengan tren dan perkembangan teknologi yang ada," kata Noriyuki Kawakubo di acara Fujifilm Fair yang digelar di Pullman Hotel, Jakarta, Selasa (10/4).

Terdapat dua highlight khusus dalam Fujifilm Fair 2018. Pertama, Fujifilm menyampaikan adanya konsep toko FDI (Fuji Digital Imaging) yang baru dengan nuansa yang modern dan kekinian supaya lebih menarik minat kaum millenial. Fujifilm secara khusus melakukan make over atau perubahan dalam desain toko foto, khususnya pelayanan cetak foto di toko tersebut, yang akan segera ada di tujuh kota yaitu Lampung, Jakarta, Solo, Madiun, Bojonegoro, Banjarmasin dan Kendari.

Kedua, Fujifilm dalam acara ini juga menampilkan produk pencetak foto ramah lingkungan terbaru, Frontier DE-100, yang didesain khusus oleh Fujifilm. Frontier DE-100 dilengkapi dengan 4 tinta dan dot yang lebih padat, sehingga resolusinya lebih tajam dan bisa lebih hemat tinta dari pesaingnya yang menggunakan 6 tinta.

“Jika ada yang bilang bisnis toko foto akan ditinggalkan, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Masih banyak masyarakat Indonesia yang ingin terjun ke bisnis ini atau melakukan ekspansi baik di Indonesia maupun di luar negeri," tambah General Manager Photo Imaging Division PT Fujifilm Indonesia, Josef Kuntjoro.

Josef memberi contoh penjualan kamera Instax yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Menawarkan hasil foto instan atau langsung jadi, jenis kamera ini banyak disukai kaum millenial karena hasil fotonya bisa dikreasikan dalam bentuk yang unik.

"Penjualan kemera Instax tahun lalu meningkat dua kali lipat. Ini juga berdampak pada penjualan kertas film untuk mencetak foto yang semakin meningkat. Jadi sebenarnya bisnis cetak foto masih menjanjikan, tinggal bagaimana kita menyesuaikan toko kita dan layanan yang diberikan dengan perkembangan zaman," tutur Josef.



Selengkapnya
 
MORE STORIES