Sensor Mini Ini Deteksi Makanan yang Anda Konsumsi i

Sensor kimia pada gigi.

Oleh : Yudo Dahono / YUD | Minggu, 29 April 2018 | 11:16 WIB
Kategori :

Jakarta - Di masa depan, Anda dapat melacak makanan yang sudah dikonsumsi dengan menggunakan sensor yang ditempelkan di gigi. Periset di Universitas Tufts, Medford, Massachusetts, Amerika Serikat, tengah mengembangkan sensor gigi yang mampu melacak kadar glukosa, garam serta alkohol. Sensor itu kemudian mengirimkan informasi itu secara nirkabel ke piranti lain.

Sensor berukuran 2x2 milimeter itu bisa menempel pada lapisan gigi dan melacak makanan yang telah Anda konsumsi. Sensor ini memiliki tiga lapisan, dua lapisan luar emas dan satu lapisan bioresponsif yang sensitif terhadap glukosal, garam dan alkohol. Substansi tersebut mengubah properti elektrik dari sensor dan membuatnya mengirimkan spektrum gelombang radio yang berbeda. Ketiga lapisan pada sensor secara bersama-sama berperan sebagai antena, mengirimkan informasi makanan yang sudah dikumpulkan ke piranti lain seperti ponsel atau tablet.

Jika purwa rupa dari sensor makanan ini hanya sensitif terhadap glukosa, garam dan alkohol, peneliti berharap dapat mengembangkan sensor sehingga mampu mendeteksi lebih banyak zat serta unsur kimia.

Penderita penyakit diabetes secara teoritis dapat menggunakan alat ini guna memonitor asupan kadar gula mereka dan mengirimkan data tersebut ke dokter. Sensor ini juga berguna bagi mereka yang memiliki kondisi medis yang membutuhkan pengawasan terhadap asupan yang dikonsumsi, seperti pasien dengan tekanan darah tinggi yang harus membatasi konsumsi garam, atau mereka yang mengalami penyakit celiac yang sepenuhnya harus menghindari asupan gluten.

Sensor ini juga berpotensi mendeteksi kondisi psikologis seperti perubahan pada kandungan air liur merupakan sinyal dari timbulnya penyakit gusi. Selain itu sensor ini dapat mendeteksi perubahan kimia yang menggambarkan bahwa pengguna dalam kondisi lelah sehingga bisa memberikan peringatan bahwa pengguna terlalu capek untuk mengemudi.



Selengkapnya
 
MORE STORIES