Ini Keunggulan Aplikasi Lokal Callind Dibandingkan WhatsApp Cs i

Aplikasi pesan singkat asal Indonesia, Callind.

Oleh : Herman / WBP | Selasa, 1 Mei 2018 | 16:22 WIB
Kategori :

Jakarta - Aplikasi pesan singkat buatan perusahaan asing seperti WhatsApp, Line, maupun WeChat sudah begitu akrab dengan masyarakat Indonesia. Padahal aplikasi yang dikembangkan oleh anak muda Indonesia juga tak kalah bersaing. Salah satunya aplikasi Callind yang dikembangkan Novi Wahyuningsih, perempuan 26 tahun asal Kebumen, Jawa Tengah.

Seperti aplikasi pesan singkat lainnya, di Callind penggunanya juga bisa melakukan chat pribadi, broadcast chat, group chat, hingga mengirim berbagai dokumen seperti foto atau lokasi. Di luar fitur umum tersebut, Callind juga menyediakan berbagai fitur yang sangat dibutuhkan oleh pengguna Indonesia.

"Sebagai aplikasi lokal, kita ingin menunjukkan kalau Callind sangat mengerti kebutuhan masyarakat Indonesia. Salah satunya dengan menyediakan fitur info lalu-lintas secara real time dari terminal dan juga jalan tol. Ke depannya, kita akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menampilkan info lalul-intas di lebih banyak tempat, misalnya dengan menempatkan kamera di lokasi-lokasi yang sering dilalui," kata Novi Wahyuningsih kepada Beritasatu.com, Selasa (1/5).

Tidak sekedar untuk berkomunikasi, di aplikasi Callind yang merupakan singkatan dari Calling Indonesia ini, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bisa mempromosikan produk mereka layaknya di sebuah marketplace online.

"Kita juga sedang menjajaki kerja sama dengan beberapa perusahaan untuk membantu pelaku UMKM mengembangkan usaha mereka, misalnya melalui pelatihan branding, packing barang, hingga proses distribusi," terang lulusan Universitas Gadjah Mada tersebut.

Fitur unik lain dari aplikasi Callind yaitu fitur "Cari User" untuk menemukan pengguna Callind lainnya dalam radius hingga 100 km. Ke depannya berbagai fitur baru juga dihadirkan menyesuaikan kebutuhan pengguna, sehingga nantinya aplikasi Callind bisa menjadi raja di negeri sendiri layaknya WeChat di Tiongkok, dan juga bisa mendunia.

Soft launching aplikasi Callind sudah dilaksanakan pada 21 April 2018 lalu. Dalam waktu 10 hari sejak acara tersebut, pengguna aplikasi Callind langsung melonjak dari 120.000 menjadi lebih dari 700.000 pengguna. Bahkan Callind sempat bertengger di posisi nomor dua dalam daftar aplikasi sosial gratis paling populer di Google Play Store. Capaian ini membuat Novi semakin optimistis Callind bisa meraih 10 juta pengguna di akhir 2018, dan minimal 50 juta pengguna dalam tiga tahun ke depan.



Selengkapnya
 
MORE STORIES