Startup E-Commerce Potensial Jadi Unicorn Baru i

Konferensi pers kegiatan "1st Next Indonesian Unicorns International Summit" di gedung Kemkominfo, Jakarta, 4 Mei 2018

Oleh : Herman / FER | Jumat, 4 Mei 2018 | 20:19 WIB
Kategori :

Jakarta - Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Program Prioritas dan Ekonomi Digital, Lis Sutjiati menyakini, Indonesia akan melahirkan lebih banyak lagi startup yang menyandang gelar unicorn. Di kawasan Asia Tenggara, baru ada tujuh startup yang menyandang gelar tersebut, di mana empat diantaranya berasal dari Indonesia yaitu Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

"Potensi startup Indonesia untuk menjadi unicorn sangat besar, terutama startup e-Commerce. Kalau kita lihat Tokopedia dan Bukalapak, dengan jumlah merchant hanya sekitar 2 juta pelaku UMKM, mereka sudah bisa jadi unicorn. Padahal, jumlah UMKM di Indonesia ada puluhan juta. Artinya, kesempatan ini masih sangat besar bagi yang lain," kata Lis Sutjiati, di gedung Kemkominfo, Jakarta, Jumat (4/5).

Menurut Lis, berdasarkan data Mckinsey Institute, dari 59,9 juta pelaku UMKM di Indonesia, saat ini memang baru 3,977 juta pelaku UMKM yang sudah go online.

"Tidak hanya startup e-Commerce, startup fintech sangat berpotensi untuk menjadi unicorn, di antaranya fintech payment dan lending," jelasnya.

Untuk melahirkan lebih banyak lagi startup unicorn dari Indonesia, Kemkominfo bersama Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) dan Global Consulting Ernst & Young akan menyelenggarakan 1st Next Indonesian Unicorns International Summit pada 9 -10 Mei 2018 di Nusa Dua, Bali.

Program ini akan mempertemukan 70 startup dari Indonesia yang siap ke level Series B dengan 60 Venture Capital tier-1 yang punya track record bagus dalam melahirkan startup unicorn.

"Kegiatan ini seperti mak comblang untuk mempertemukan startup yang potensial dengan Venture Capital. Harapannya tentu saja akan lahir lebih banyak lagi startup unicorn baru," tutup Lis.



Selengkapnya
 
MORE STORIES