Clevio Coder Camp Gelar Festival Technopreneur Cilik i

Clevio Coder Camp menggelar Festival Technopreneur Cilik dalam acara Pesta Pendidikan 2018, di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Minggu 6 Mei 2018.

Oleh : Herman / YUD | Minggu, 6 Mei 2018 | 13:09 WIB
Kategori :

Jakarta - Salah satu pionir kursus programing edu-game di Indonesia, Clevio Coder Camp, ikut berpartisipasi dalam kegiatan tahunan "Pesta Pendidikan 2018" dengan menggelar "Festival Technopreneur Cilik", di gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dalam kegiatan ini, para pengembang cilik gim Indonesia yang belajar di Clevio Coder Camp mendapat kesempatan untuk mempresentasikan hasil gim karya mereka di hadapan para pengunjung. Seperti dalam team startup technopreneur, para developer cilik ini juga tergabung dalam sebuah tim yang terdiri dari dua sampai tiga siswa dengan perannya masing-masing, mulai dari Game Designer, Game Programmer, dan Project Manager.

"Selain mempresentasikan produknya, para developer cilik ini juga menjual langsung gim-nya kepada para pengunjung, seperti dalam bentuk CD, Android App di Google Play Store, dan juga di toko gim online mereka sendiri," papar Founder Clevio, Aranggi Soemardjan, di gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Minggu (6/5).

Dalam kegiatan ini, para pengunjung juga diberi kesempatan untuk mencoba berbagai gim buatan developer cilik Clevio Coder Camp, kemudian memberikan voting untuk gim yang paling disukai. Hasil voting tersebut nantinya yang akan menentukan gim favorit karya developer cilik Clevio Coder Camp.

Aranggi menambahkan, Di Clevio Coder Camp, para siswanya memang dilatih untuk memiliki jiwa wirausaha. Karenanya, di setiap akhir kurikulum dari setiap level kursus coding, mereka akan diminta untuk mempresentasikan produk gim mereka dan juga menjualnya di area publik, misalnya di pusat-pusat perbelanjaan.

Di Clevio Coding Camp, anak-anak juga dilatih mengembangkan psiko-sosial. Setiap siswa akan digabungkan dalam sebuah team, sehingga anak bisa dilatih untuk belajar bertukar pendapat, berkompromi dan mengambil keputusan bersama dalam berbagai project inovasi edu-games.

Di acara Festival Technopreneur Cilik, ada 50 aplikasi yang dipresentasikan oleh 50 tim, salah satunya adalah IQ Maths karya Rania Fariza Kusuma dan Keiza Putri. Aplikasi ini berisi soal-soal matematika untuk membantu siswa memahami pelajaran matematika dengan cara yang lebih menyenangkan.

Rania yang masih duduk di bangku kelas 5 SD bercerita, aplikasi ini dibuat berawal dari ketidaksukaan dia terhadap mata pelajaran matematika. Di sisi lain, Rania mengaku sangat suka bermain gim. Dua hal yang disukai dan tidak disukai itu kemudian ia gabungkan dalam sebuah aplikasi gim IQ Maths.

"Dengan membuat gim sendiri yang mengajarkan kita pelajaran matematika dalam bentuk kuis, sekarang saya jadi mulai suka dengan pelajaran matematika," aku Rania.

Di acara Pesta Pendidikan 2018, selain menggelar Festival Technopreneur Cilik, Clevio Coder Camp juga ikut mengisi acara Ngobrol Publik dengan menggelar seminar yang mengangkat tema "Mengubah Ketagihan Games Menjadi Ketagihan Belajar". Dihadiri oleh puluhan orang tua dari berbagai kalangan, diskusi ini mengupas tentang cara menjadikan gim sebagai sesuatu yang lebih bermanfaat untuk anak-anak. Tidak sekedar bermain gim, tetapi juga diingatkan untuk belajar menciptakan aplikasi gim sendiri.



Selengkapnya
 
MORE STORIES