18 Pelajar Indonesia Akan Bertarung di Kompetisi Sains Intel ISEF i

Ilustrasi Olimpiade Sains

Oleh : Maria Fatima Bona / FMB | Kamis, 10 Mei 2018 | 09:57 WIB
Kategori :

Jakarta - Sebanyak 18 pelajar Indonesia bakal bertarung dalam kompetisi ilmiah internasional Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) 2018. Ajang tersebut digelar pada 13-18 Mei mendatang di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat (AS).

Direktur Pembinaan SMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Purwadi menjelaskan, para pelajar yang dikirim ke AS ini merupakan pemenang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) dan finalis Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun lalu. Sementara Intel ISEF adalah ajang kompetisi sains praperguruan tinggi terbesar di dunia. Tahun ini terdapat 1.800 peserta yang berasal dari 80 negara.

“Peserta berkesempatan memamerkan hasil penelitian independen mereka. Tahun ini panitia menyediakan hadiah rata-rata $4 juta,” ujar Purwadi saat acara audensi pelepasan para pelajar untuk berkompetisi di ajang Intel ISEF 2018 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Rabu (9/5).

Plt Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bambang Subiyanto berpesan kepada para pelaajr untuk bertanding secara serius, karena mereka adalah duta sains Indonesia

“Jangan minder, kalian harus pede (percaya diri), tetapi jangan sombong dan keluarkan kemampuan terbaik kalian,” kata Bambang

Selain berkompetisi, Bambang berharap agar 18 pelajar dapat membangun jejaringan dengan para peserta lain yang berasal dari beragam negara. Hal demikian berguna untuk memperluas jejaring para remaja tersebut. “Siapa tahu mereka akan menjadi bagian masa depan kalian,” terangnya.

Pendapat senada juga disampaikan Direktur Jenderal Dikdasmen Hamid Muhammad. Ia mengingatkan para remaja agar fokus pada pertandingan dan menjaga mental ketika melihat karya-karya penelitian dari negara lain. “Fokus, pede, dan jaga mental saat berhadapan dengan pelajar dari luar negeri," ujar Hamid.

Sementara Kasubdit Peserta Didik, Direktorat Pembinaan SMA Suharlan menerangkan, 12 pelajar yang lolos sebagai finalis LKIR 2017 tersebut dibagi dalam tujuh tim science project dan satu pelajar lagi menjadi peserta Broadcom Master International Program. Kemudian, ada pula enam pelajar pemenang OPSI 2017 terbagi ke dalam tiga tim science projects.

Ada pun ke-18 pelajar tersebut yaitu Amelinda, Christopher Prasetya, Devina Grisella, Zahira Amalia, Nur Bella Turcica Anibah, Jane Carolyne Hantanto, Herdita Asya Putri, Nabila Triana, Arif Kusuma Firdaus, Nadia Alfi Syarifah, Tara Belinda, Putri Azizah Malik, Ardilla Ayu Syahmina, I Dewa Gede Wicaksana, Yuan Dwi Kurniawan, Ignatius Hapsara, Attar Fathiya, dan Aden Khaitami.



Selengkapnya
 
MORE STORIES