Blockchain Topang Sistem Big Data i

CEO dan Chairwoman Blockchain Zoo, Pandu Sastrowardoyo.

Oleh : / FER | Minggu, 13 Mei 2018 | 14:56 WIB
Kategori :

Jakarta - Teknologi blockchain semakin menarik perhatian praktisi berbagai industri. Maklum saja, teknologi ini dapat mempermudah perusahaan dalam melakukan pencatatan data melalui sebuah sistem yang aman, tanpa membutuhkan server terpusat.

CEO dan Chairwoman Blockchain Zoo, Pandu Sastrowardoyo, mengatakan, pihaknya konsisten dalam mengenalkan teknologi blockchain kepada publik, terutama dalam hal manfaat teknologi ini bagi semua sektor industri, baik finansial maupun non finansial.

"Dunia yang kini tengah mengalami pergeseran era dari tradisional atau konvensional ke digital, memicu semua lini kehidupan untuk melakukan adaptasi dan terobosan teknologi. Salah satu terpenting yang melandasi terobosan tersebut adalah pengolahan dan pemanfaatan data secara massif atau big data," kata Pandu usai memberikan paparan dalam Konferensi Big Data di Balai Kartini, Jakarta, Minggu (12/5).

Menurut Pandu, data yang memiliki peran vital di berbagai bidang kerap dijadikan alat untuk memenangkan persaingan, entah itu dalam bisnis maupun politik sekalipun. "Untuk melindungi data dari penyalahgunaan yang bisa berujung pada keuntungan kepentingan pihak-pihak tertentu, blockchain memiliki solusinya," jelasnya.

Lebih lanjut, Pandu mengatakan, blockchain dapat digunakan untuk melakukan agregasi data dengan kontrol tetap berada di pemilik data tersebut. "Kalau menggunakan blockchain, data bisa teragregasi, bisa terkumpul, tapi tidak dimiliki oleh yang mengumpulkan, melainkan (data) tetap dimiliki oleh si pemilik data tersebut," terangnya.

Pendu mengatakan, proses penyimpanan data akan sangat aman bila menggunakan blockchain. Alasannya, data tersebut akan dienkripsi terlebih dahulu dalam satu blok, lalu dibagikan ke blok yang lain untuk kemudian dienkripsi lagi. "Untuk proses berikutnya, juga akan berlaku sistem yang sama, sehingga sangat aman" paparnya.

Menurutnya, perusahaan atau lembaga yang menggunakan teknologi blockchain, data yang telah tersimpan tidak akan dapat diubah. Sehingga, tingkat kemanan data berada pada level yang tinggi. Walaupun data tersebut tidak dapat diubah, namun dapat diperbarui jika memang terdapat pembaruan.

"Seperti ada lapisan atau layer kronologis. Data sebelumnya tetap ada, dan akan ditambahkan dengan data yang baru. Jadi, meskipun ada perbaikan, namun data yang lama akan tetap ada. Hal ini justru bagus, seperti misalnya untuk medical record," jelasnya.

Pandu menambahkan, proses enkripsi yang berlapis, tentunya sangat penting dalam menghindari pengubahan data secara ilegal yang dapat merugikan pemilik data.



Selengkapnya
 
MORE STORIES