Ancaman Terorisme, Menkominfo Ajak Amankan Dunia Maya i

Rudiantara.

Oleh : Herman / YUD | Selasa, 15 Mei 2018 | 17:42 WIB

Jakarta - Menyusul terjadinya serangan bom di sejumlah lokasi, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara memanggil para penyelenggara Over The Top (OTT) untuk merapatkan barisan dalam mengamankan dunia maya. Empat OTT yang dipanggil yaitu Facebook, Google (YouTube), Telegram, dan juga Twitter.

"Sejak ada peristiwa di Mako Brimob, teman-teman OTT sebenarnya sudah bekerja. Mereka terus melakukan pemantauan terhadap konten-konten radikalisme dan terorisme. Bila ditemukan, akunnya atau kontennya bisa langsung di-take down. Ada ribuan akun yang ditemukan, beberapa sudah di-take down atau dihapus, tapi ada juga yang belum," kata Rudiantara, di gedung Kemkominfo, Jakarta, Selasa (15/5).

Akun-akun terkait radikalisme dan terorisme yang berhasil diidentifikasi di platform Facebook selama empat hari terakhir mencapai sekitar 450 akun. Kemudian di YouTube ada 250-an konten, Twitter sekitar 70 akun, dan di Telegram sebanyak 280 akun.

Untuk akun atau konten yang belum di-take down, Rudiantara mengatakan langkah tersebut diambil untuk keperluan proses penyidikan Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"Dalam proses ini, kami juga bekerja sama dengan aparat penegak hukum baik Polri maupun BNPT. Mereka kan kadang tidak berhenti hanya sebatas di-take down saja, tetapi juga ingin menelusuri jaringan akun tersebut ke mana saja. Makanya untuk beberapa akun tidak langsung dilakukan take down. Namun ini hanya masalah waktu saja karena Polisi bisa bergerak dengan cepat," kata Rudiantara.



Selengkapnya
 
MORE STORIES