Berantas Situs Radikal, Kemkominfo Maksimalkan Kerja Mesin Ais i

Menkominfo Rudiantara memberi keterangan pers terkait upaya pemerintah dan penyelenggara OTT dalam mengamankan dunia maya, di gedung Kemkominfo, Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.

Oleh : Herman / YUD | Selasa, 15 Mei 2018 | 18:45 WIB

Jakarta - Menyusul terjadinya kerusuhan di Mako Brimob yang diikuti oleh serangkaian serangan bom di Surabaya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) semakin mengoptimalkan kerja mesin pengais (crawling) konten negatif. Hal tersebut dilakukan dalam upaya mengamankan dunia maya dari konten-konten terkait radikalisme dan terorisme.

Menkominfo Rudiantara menyampaikan, kerja mesin pengais konten negatif yang diberi nama Ais tersebut saat ini telah ditingkatkan menjadi setiap dua jam sekali, sehingga hasil temuan situs-situs yang berkaitan dengan radikalisme dan terorisme menjadi lebih cepat diatasi.

"Untuk situs, tiap dua jam sekali dilakukan pengaisan menggunakan mesin crawling. Tinggal masukkan keyword (kata kunci) khusus, nantinya akan muncul situs-situs yang berkaitan dengan keyword tersebut. Kita sudah menemukan banyak sekali dan segera dilakukan take down," kata Rudiantara, di gedung Kemkominfo, Jakarta, Selasa (15/5).

Namun, lantaran konten-konten terkait radikalisme dan terorisme juga banyak berseliweran di media sosial, Rudiantara meminta partisipasi masyarakat agar lebih aktif melaporkan temuan akun atau kontern-konten yang melanggar. Laporan tersebut bisa disampaikan melalui Kemkominfo atau langsung ke penyelenggara media sosial tersebut melalui fitur pelaporan yang sudah disiapkan.

"Untuk konten-konten di medsos, kami harapkan masyarakat juga ikut melaporkan. Sebab walaupun dimonitoring terus oleh kami dan kepolisian, tetap saja masih ada yang lolos. Jadi penting sekali partisipasi dari masyarakat," ujar Rudiantara.



Selengkapnya
 
MORE STORIES