Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Jokowi Pastikan RI Tak Lagi Impor Beras Medium

Jumat, 6 Januari 2017 | 11:12 WIB
Oleh Damiana Simanjuntak dan Novy Lumanauw

JAKARTAPresiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan Indonesia tak akan lagi mengimpor beras kelas medium, karena produksi dan stok beras di dalam negeri mencukupi. Dengan konsumsi dan produksi beras nasional yang masing-masing diperkirakan 33,3 juta ton dan 44,3 juta ton, negeri ini sudah surplus beras. Adapun yang masih diimpor merupakan beras premium dan beras untuk keperluan khusus.



Pada 2016, berdasarkan data BPS, impor beras sebanyak 1,2 juta ton. Impor beras yang cukup besar tahun lalu merupakan realisasi sisa kontrak impor tahun 2015.



Pada awal tahun ini, stok beras di gudang Perum Bulog mencapai 1,73 juta ton atau dua kali lipat lebih dari kondisi pada awal 2015 yang hanya 800 ribu ton. Selain itu, harga beras cenderung stabil Rp 10.700 per kilogram (kg).



Komitmen Indonesia yang tidak akan mengeluarkan kebijakan impor beras medium sepanjang 2017 tersebut ditunjukkan dengan Pemerintah RI tidak menerima tawaran suplai beras dari sedikitnya empat produsen beras dunia, yakni Pakistan, India, Myanmar, dan Kamboja. Permintaan empat negara ini agar Indonesia memperbarui kerja sama pengadaan beras ditolak mentah-mentah oleh Indonesia, dengan pertimbangan bahwa pasokan beras di dalam negeri melimpah.



Jokowi menyatakan, biasanya bila sudah memasuki September-Oktober maka dilakukan rapat terbatas (ratas) untuk membahas kekurangan stok beras, pengendalian harga, dan besaran impor untuk mengendalikan harga. Namun, hingga Oktober 2016 terlewati, tidak ada permintaan ratas untuk membahas hal tersebut.

"Saya bersyukur dan senang, dalam dua tahun ini, untuk beras tenang-tenang saja. Saya sudah cek ke Bulog, ada stok beras 1,73 juta ton, padahal awal 2015 hanya sekitar 800 ribu ton. Jadi, meningkat dua kali lipat. Kalau stok besar, pasar juga grogi mau menaikkan harga, harga beras sejuk-sejuk saja," kata Presiden Jokowi, Kamis (5/1).



Keterangan tersebut disampaikan Kepala Negara saat membuka Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2017 di Jakarta, Kamis (5/1), yang mengusung tema Bangun Lahan Tidur untuk Meningkatkan Ekspor dengan Pembangunan Infrastruktur Pertanian.



Rapat ini antara lain dihadiri Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo. Hadir pula Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Mulyono, Wakil Ketua KPK Laode M Syarief, Kabareskrim Komisaris Jenderal Polisi Ari Dono Sukmanto, dan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Adi Toegarisman. (tl)

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/agribusiness/jokowi-apresiasi-sukses-kementan-dongkrak-produksi-padi/154846

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN