Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Produksi Perikanan Tangkap Capai 4,5 Juta Ton

Jumat, 6 Oktober 2017 | 12:36 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA – Ditjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) optimistis produksi perikanan tangkap di laut sepanjang Januari-September 2017 mencapai 4,50 juta ton. Hingga akhir tahun 2017, angka itu ditargetkan menyentuh 7,80 juta ton.

 

Sementara tahun depan  produksi perikanan tangkap nasional dibidik mencapai 9,45 juta ton, baik hasil tangkapan dari laut maupun perairan darat (sungai).

 

Dirjen Perikanan Tangkap KKP Sjarief Widjaja menjelaskan, saat ini stok ikan di laut Indonesia mengalami peningkatan. Laporan pendaratan hasil tangkapan nelayan juga terkonfirmasi naik. Karena itu, KKP optimistis target produksi tahun ini tercapai. Hanya saja, kendala utama subsector perikanan tangkap saat ini adalah pencatatan, banyak produksi yang tidak tercatat.

 

Setidaknya, terdapat 30% dari total populasi kapal ikan yang hasil tangkapannya tidak tercatat,” ungkap dia di Jakarta, Kamis (5/10).

 

Dengan kondisi tersebut, kata Sjarief Widjaja, sebenarnya perikanan tangkap Indonesia masih under value. Karena itu, saat ini KKP fokus mengejar unreported fishing (penangkapan ikan yang tidak dilaporkan/tidak tercatat).

 

“Tantangannya itu menghitung hasil produksi small scale (skala kecil), per desa," kata Sjarief.

 

Sjarief juga mengatakan, peningkatan stok ikan juga turut menopang pertumbuhan nilai tukar nelayan (NTN) dan kesejahteraan nelayan. Saat ini, pengembangan sektor perikanan mulai bergerak ke sisi hilir.

 

“Kapal angkut, logistik, dan pengolahan. Gairah membangun kapal ikan semakin banyak," kata Sjarief. (eme)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN