Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kebun Sawit. Foto: Dok Investor Daily

Kebun Sawit. Foto: Dok Investor Daily

Ekspor Minyak Sawit Melonjak Akibat Krisis Energi di India dan Tiongkok  

Jumat, 8 Oktober 2021 | 19:18 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id – Krisis energi di India dan Tiongkok membuat ekspor produk minyak sawit Indonesia melonjak.

“Nilai ekspor produk minyak sawit bulan Agustus 2021 mencapai US $ 4,42 miliar, naik US$ 1,6 miliar dibandingkan dengan ekspor bulan Juli,” demikian Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Mukti Sardjono dalam keterangan tertulisnya Jumat (8/10/2021).

Hal ini didukung oleh kenaikan volume ekspor sebesar 1,532 juta ton dari bulan Juli menjadi 4,274 juta ton dan kenaikan harga rata-rata CPO sebesar $ 102/ton dari harga bulan Juli menjadi US$ 1.226/ton CIF Roterdam.

Lonjakan kenaikan ekspor terutama terjadi di beberapa negara tujuan ekspor utama produk kelapa sawit. Penurunan pajak impor di India dari 15% menjadi 10% untuk minyak sawit dan minyak nabati lainnya yang berlaku akhir 30 Juni sampai 30 September 2021 membuat ekspor ke India melonjak menjadi 958,5 ribu ton dari 231,2 ribu ton pada bulan Juli.

Demikian juga ekspor ke Tiongkok naik cukup besar yaitu 297 ribu ton menjadi 819,2 ribu ton atau 32,6% lebih tinggi dari bulan Juli sebesar 522,2 ribu ton.

Sementara ekspor ke Afrika naik cukup besar dengan kenaikan terbesar ke Kenya (+118 ribu ton), dan ke Mesir (+40,5 ribu ton) dan eksor ke Malaysia naik 102% atau 97 ribu ton dari 95,1 ribu ton menjadi 192,1 ribu ton.

Meskipun ekspor ke EU-27 turun 9,21% dari bulan lalu, tetapi ekspor ke Belanda naik 30,7 ribu ton menjadi 203,0 ribu ton atau +48% dari ekspor bulan Juli sebesar 172,3 ribu ton.

Statistik industri minyak sawit Indonesia. Sumber: Gapki
Statistik industri minyak sawit Indonesia. Sumber: Gapki

Adapun konsumsi dalam negeri di bulan Agustus masih relatif sama dengan bulan Juli yaitu 1.465 ribu ton pada Agustus berbanding 1.444 ribu ton pada Juli.

Konsumsi untuk pangan naik sedikit menjadi 718 ribu ton di Agustus berbanding 708 ribu ton di Juli, untuk oleokimia 178 ribu ton pada Agustus berbanding 180 ribu ton di Juli dan untuk biodiesel 569 ribu ton di bulan Agustus berbanding 556 ribu ton di bulan Juli.

Produksi CPO pada bulan Agustus sebesar 4.218 ribu ton dan PKO sebesar 400 ribu ton atau sekitar 4% lebih tinggi dari produksi bulan Juli.

Dengan pencapaian kinerja ekspor, konsumsi dan produksi, stok akhir di bulan Agustus adalah 3.433 ribu ton atau sekitar 1,1 juta ton lebih rendah dari bulan Juli. 

Kebun Sawit. Foto ilustrasi: DEFRIZAL
Kebun Sawit. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Untuk diketahui, India saat ini menghadapi masalah krisis energi terkait rendahnya pasokan batubara sementara permintaan batubara sebagai bahan bakar pembangkit listrik meningkat tajam pascapandemi. Pembangkit listrik di India hanya memiliki stok batubara 3-4 hari sangat rendah dibanding kelayakan stok biasanya yang mencapai 3 minggu.

Sedangkan Tiongkok mengalami krisis energi dipicu sejumlah kebijakan pemerintah untuk mengurangi emisi karbon. Presiden Xi Jinping, menyatakan akan menghentikan pembangunan pembangkit listrik tenaga batubara di sejumlah negara berkembang seiring komitmen Tiongkok untuk mendukung energi hijau.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN