Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Prosedur Karantina untuk Pemasukkan Tumbuhan dan Produk Tumbuhan ke dalam wilayah Republik Indonesia. Fotolustrasi: Badan Karantina Pertanian

Prosedur Karantina untuk Pemasukkan Tumbuhan dan Produk Tumbuhan ke dalam wilayah Republik Indonesia. Fotolustrasi: Badan Karantina Pertanian

Badan Karantina Pertanian Berkontribusi dalam Peningkatan Ekspor

Minggu, 10 Oktober 2021 | 12:52 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan, Bambang mengajak semua pemangku kepentingan bahu membahu dalam mewujudkan gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks) pada tahun 2024.

Perananan Badan Karantina Pertanian (Barantan) sangat penting untuk meningkatkan pelayanan fasilitasi pertanian khususnya bagi ekspor pertanian, selain itu Barantan juga bagian dari perlindungan sumber daya alam hayati pertanian dari ancaman hama penyakit berbahaya.

Dari sisi on farm saja, target kali lipat ekspor pertanian dapat mudah dicapai, target tiga kali lipat ekspor ini untuk kebaikan semua dan pengaruh akselerasi ekspor ini tentunya berdampak pada perekonomian nasional, penyerapan tenaga kerja, kesejahteraan petani sehingga wajib hukumnya untuk memberikan dukungan.

Semangat tiga kali lipat ekspor yang terus didorong Kementan mulai kelihatan hasilnya dan setiap daerah sudah mulai sadar akan potensi pertaniannya masing masing bahkan ikut menyukseskan gerakan ekspor pertanian ke 150 negara.

Pemerintah telah menyediakan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), pada tahun 2020 dialokasikan sebesar Rp 56 triliun dan pada tahun 2021 mencapai Rp  71 triliun.

“Kami berharap pelaku usaha berani memanfaatkan dana perbankan tersebut, usaha pertanian jika serius akan berhasil,” ujar dia dalam acara “ Webminar Forwatan, di Jakarta, belum lama ini.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan, Dedi Junaedi mengatakan hampir semua komoditas perkebunan mengalami pertumbuhan yang meningkat selama pandemi Covid-19.

Pertumbuhan ekspor dari 2020 dan 2021 (Januari-Juni) volume ekspor naik 3,4% dan nilai ekspor juga naik 44%.

Ditjen Perkebunan telah menetapkan komoditas ekspor dalam tiga bagian, Pertama, komoditas utama dari sisi volume yaitu kopi, kakao, kelapa, jambu mete, lada, pala, vanili, kayu manis, cengkeh dan teh.
Kedua, komoditas andalan yaitu sawit dan karet dan Ketiga, komoditas pengembangan yaitu nilam, sagu, stevia, pinang, lontar, sereh wangi dan komoditas lainnya. Potensi ekspor kopi mencapai Rp 73,79 triliun sementara pencapaiannya Rp 13,48 triliun.

Kepala Bidang Keamanan Hayati Nabati Barantan, Ihsan Nugroho mengatakan  peran karantina dalam pertanian dan peningkatan ekspor adalah memastikan komoditas pertanian yang diekspor sesuai dengan ketentuan Sanitary Phytosanitary.

Peran karantina dalam pertanian juga memberikan jaminan kesehatan komoditas pertanian yang diekspor bebas dari quarantine pest negara tujuan.

“Karantina pertanian juga sebagai focal point NPPO yang mampu menyampaikan Notification Non Compliance (NNC) ke negara tujuan,” ujar dia.

Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Barantan, Wisnu Wasisa mengatakan pelayanan ekspor juga dilakukan melalui berbagai kebijakan seperti agro klinik ekspor, keberadaan klinik ekspor sangat membantu petani dan kalangan eksportir pertanian untuk memberikan akses informasi terkait potensi dan proses bisnis ekspor produk pertanian.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN